7 Tip Menulis Petunjuk Arah

Selamat Siang Kawan MM?

“Sudah ada Google Maps dan Waze, ngapain juga menulis tentang petunjuk arah?”

Kalau Kawan MM berpendapat begitu wajar saja. Kemajuan teknologi, terutama aplikasi sudah berkembang begitu pesat sehingga untuk mendapatkan informasi terkait arah ke suatu tempat mudah didapat.

Jadi, pertanyaannya untuk apa?

Jawabannya, ya untuk mendapatkan pembaca blog kan? Juga, bukankah kita selalu berusaha untuk membuat konten yang bermanfaat dan berguna kan?

Mungkin banyak yang memandang membuat konten berisi petunjuk arah ke suatu tempat tidak diperlukan lagi. Sayangnya, pandangan itu salah besar karena ternyata masih banyak orang yang membutuhkan panduan dalam bentuk teks.

Hal itu terbukti dari beberapa tulisan yang pernah saya buat di Lovely Bogor, dimana hasilnya bahkan membuat saya geleng-geleng kepala sendiri. Pengunjung justru mencapai puluhan bahkan ratusan ribu.

Contohnya ada di bawah ini :

Jadi, jangan abaikan dengan beranggapan Google dan Waze sudah cukup.

Bila Kawan MM mau membuat tulisan sejenis ini, ada beberapa tips yang mungkin bisa dipakai

  • Pilih tempat populer : di Bogor, Kebun Raya Bogor itu paling populer setiap tahun 1 juta orang berkunjung kesana. Jadi, pilihlah lokasi terpopuler di kota dimana Kawan tinggal karena disana ada pasar pembaca
  • Lakukan survey : memang biasanya kita sudah hafal, tetapi tidak ada salahnya juga melakukan pengamatan ulang sehingga kita bisa menjelaskan secara rinci, sekaligus kita bisa menambahkan lokasi-lokasi yang menarik
  • Rinci/Detail : buat tulisan serinci mungkin, misalkan jarak dari Jalan A dan Jalan B berapa meter, di sisi kanan kiri ada bangunan apa untuk memberi patokan
  • Foto : jangan lupa foto lokasi untuk memberikan informasi visual dan bisa dijadikan patokan selama perjalanan
  • Informasi Kendaraan Umum : tidak semua orang datang ke sebuah kota menggunakan kendaraan pribadi, jadi sediakan juga informasi kendaraan umum yang bisa dipergunakan
  • Tempat Menarik : setiap kota pasti punya tempat-tempat menarik dan bila ada lokasi menarik yang bisa ditambahkan pada tulisan, tambahkan. Pengunjung yang datang biasanya butuh informasi seperti ini, jadi masukkan ke dalam konten
  • Basa basi dikurangi : yang mencari tulisan petunjuk arah seperti ini butuh informasi bukan “cerita”, jadi buat tulisan seringkas mungkin dan mudah dipahami. Permudah pembaca menemukan inti sehingga mereka bisa sampai di tujuan

Saya punya banyak tulisan sejenis ini di berbagai blog dan sampai sekarang jarang gagal mendapatkan pengunjung yang banyak.

Percayalah, saya dulu saat menulis petunjuk arah seperti ini menertawakan diri sendiri dan menganggap ide seperti ini absurd dan sangat remeh sekali. Tidak pernah terbayang ada yang mau membaca.

Cuma, faktanya benar-benar membungkam saya.

Baca juga : Jadilah Diri Sendiri – Menjadi Orang Lain Itu Tidak “COOL” dan Tidak Menyenangkan [Pastinya]

Setelah dianalisa, pada dasarnya tulisan ini bersifat tutorial dan informatif, serta faktanya tidak semua orang tahu cara memakai Google Maps atau Waze atau aplikasi lainnya. Banyak yang masih memerlukan panduan rinci dalam bentuk tertulis.

Silakan coba.

Yuk Berbagi....

8 thoughts on “7 Tip Menulis Petunjuk Arah”

  1. Ini jd reminder buatku kalo mau menuliskan detil suatu tempat wisata :). Aku memang jarang sih bikin patokan arah seperti itu, karenaaaaa, aku sendiri buta arah mas :p. Itulah kenapa aku slalu jalan dengan travelmate yg bener2 ngerti jalan dan baca peta.

    Tapi ini jd tantangan juga buatku sih, supaya bisa menulis detil ttg ini :). Ga cuma nulis, “pake waze ato gmap aja geees, tinggal ketik ABCDE, ntr kluar kok”

    Wkwkwkwk itu cara paling gampang yg biasa aku tulis :p. Okaaaaay, next nya aku mau LBH detil kalo nulisin ancer2 😀

    Reply
    • Hahahahah… pan kasihan Fan.. ada yang pingin ke suatu tempat cuma diiming-imingi cerita doang nggak dikasih petunjuk cara kesana..

      Hayo bantu .. wakakaka

      Jadi, biasanya kamu kalau jalan-jalan ngandelin aplikasi saja? Kulihat kau banyak kelayapan.. Gimana bisa kesana tuh kalau ga baca peta? Ehhh ada misua yah hahaha.. biar dia yang baca

      Reply
  2. Waaaaak cukup terjleb mania nih aku hihi
    Kalau bikin cerita halan halan aku sosoan kasi rute eeeee kutulisnya ngalor ngidul malah bikin bingung pembaca
    #buru buru apalin arah arah dulu, abis itu mau terapkan ilmu ini ah
    #biar terdaftar jadi kawan mm sekaligus muridnya haha
    #tsahhhh

    Reply
  3. Tip ini bukanlah tip sembarangan sebab teori yang ditulis di artikel diatas diraih dari pengalaman.

    Saran saya sih, akan banyak teman2 blogger yg menulis tentang petunjuk arah tentang sesuatu di daerahnya masing2. Saya yakin akan berguna.

    NB : Pinjem Web lagi.

    Reply
    • Gusrak.. Kebiasaan neh si akang mah.. hahahaha

      Mudah-mudahan saja ya Kang semoga banyak rekan-rekan blogger yang mau berbaik hati berbagi tentang petunjuk arah di kota masing-masing.

      Dengan begitu bakalan memudahkan siapapun yang datang kesana. Lagi pula membantu orang itu baik loh, iya nggak Kang?

      Reply
      • Bercermin dari artikel yang bersumber dari blog LB, itu menunjukan celah tambahan trafik untuk blog para blogger dan celah tersebut kayaknya belum dimanfaatkan oleh website besar yang sudah merajai dimesin pencari.

        Nah, kita sebagai blogger kudu memanfaatkan celah tersebut, asal si blogger mau nulisnya ajah sih, hahahah……..

        eeee….. kata panggilan ” akang ” ….itu tebak -tebak’an berhadiah atau gimana sih…. ? wkwkwkw……

      • Memang betul Kang mas… celah yang masih diabaikan banyak orang juga padahal kesempatan besar sekali.

        Panggilan akang, bukan karena tebak-tebakan. Setelah hasil analisa, saya pikir dan kemungkinan besar orang di belakang Bakwan Jagung sudah diketahui identitasnya.

        Hahaha.. cuma karena yang punya nama tetap mau bersembunyi, ya saya hormati dengan tidak menyebutkan nama

Leave a Comment