Tahukah Kawan Beda Google Search Console Dan Google Analytics?

Beda Google Search Console Dan Google Analytics 2

Wilujeng Enjing (Selamat Malam), Kawan MM?

Boleh saya bertanya? Jika Anda seorang blogger tentu tahu atau setidaknya pernah dengar nama Google Search Console dan Google Analytics, betul kan? Kalau belum, saya malah akan heran *pakai banget.

Apakah penting untuk mengetahui keduanya? Tergantung sih. Bagi blogger yang sekedar memanfaatkan blognya untuk curhatan saja, tidak perlu lah repot-repot memilikinya. Bikin pusing dan tertekan saja.

Tetapi..

Bagi mereka yang ingin mengembangkan blognya lebih dari sekedar menulis curcol, kedua layanan Google ini sangat berharga.

Mengapa?

Karena keduanya akan menyajikan data dan statistik yang berkaitan dengan blog/website yang kita kelola. Data-data itu bisa dimanfaatkan untuk melakukan perbaikan, koreksi, dan pengembangan.

Itu kalau mau. Kalau tidak juga bukan sebuah masalah karena setiap orang punya tujuan yang berbeda. Tidak ada kata HARUS atau WAJIB dalam hal ini.

Jadi, tulisan selanjutnya hanya bagi yang memang berminat saja. Bagi yang tidak, silakan di-skip saja.

Nah, pertanyaan berikutnya terkait hal ini adalah apakah kawan semua tahu beda Google Search Console dan Google Analytics? Bagaimana cara membaca datanya.

Lucu bagi yang sudah tahu, tetapi, sebuah komentar yang masuk di salah satu tulisan pada bulan Juli 2020 yang lalu membuat saya berpikir. Apakah semua mengerti cara menggunakan data-data yang ditampilkan pada kedua fiturnya ataukah memang hanya sekedar ikut-ikutan karena mendengar orang lain ikut.

Silakan lihat komentar yang dimaksud di bawah ini (sudah dipotong dan diambil bagian yang berkaitan saja).

Beda Google Search Console Dan Google Analytics

Mana yang lebih akurat antara keduanya?

Sebenarnya saya sudah menjawab langsung, tetapi kali ini saya akan tambahkan dengan sedikit jelaskan lagi perbedaan antara Google Search Console (GSC) dan Google Analytics (GA)

Jawaban saya adalah AKURAT.

Bukan salah satunya tapi kedua-duanya termasuk akurat jika dibandingkan banyak fitur pegumpulan data/statistik yang lain, termasuk yang ada di dashboard Blogger/Blogspot.

Kok dua-duanya?

Ya karena sumber datanya satu.

Untuk mengumpulkan data GA akan meminta webmaster untuk memasang satu kode (Javascript) ke bagian header blog yang ia kelola. Untuk bisa menggunakan fasilitas GSC, sseorang webmaster harus juga melakukan verifikasi dan salah satunya adalah dengan memanfaatkan kode dari GA juga.

Jadi, sebenarnya keduanya memakai data yang sama.

Prosesnya setiap kali seorang pengunjung sebuah blog masuk ke salah satu laman, secara otomatis kode tersebut akan aktif dan mengirimkan sinyal baik ke GA atau GSC. Data tersebut dikumpulkan dan kemudian dipergunakan oleh keduanya.

Lalu apa bedanya?

Prinsip dasarnya adalah

Google Search Console : Fokus Website dan Mesin Pencari

Tool ini adalah untukmengumpulkan dan memproses data terkait dengan performa sebuah website di mata Mesin Pencari Google.

Di dalamnya akan terlihat statistik berapa laman di sebuah website yang masuk dan ditampilkan pada SERP – Search Engine Page Result atau Halaman Hasil Pencarian untuk kata kunci tertentu.

Disana juga terlihat berapa banyak pencarian yang masuk ke mesin pencari Google untuk kata kunci itu dan berapa kali pengguna mesin pencari mengklik url yang ada di website/blog kita.

Selain itu, GSC juga akan menampilkan berbagai data tentang kesehatan sebuah blog, seperti error URL, halaman yang hilang, apakah bermasalah saat diakses dari ponsel, dan yang terakhir adalah masalah kecepatan loading, seperti yang sudah ditulis dalam “Google makin sadis :website/blog lamban diberi label buruk“.

Itulah mengapa dulunya GSC bernama Google Webmaster Tools atau Perangkat Untuk Webmaster dari Google.

Tujuannya adalah agar para webmaster, seperti blogger bisa mengetahui performanya di “mata” Search Engine/Mesin pencari Google. Dengan tool ini Google berharap para webmaster mau terus memperbaiki dan mengembangkan website yang mereka kelola agar menjadi lebih berguna dan nyaman bagi penggunanya.

Google Analytics : Fokus Website dan Pembaca/Pengguna

Fungsi GA lebih global. Bisa dikata tool ini adalah untuk sisi pemasaran sebuah website.

Kenapa bisa demikian? karena GA akan menampilkan data-data di bawah ini

  • jenis kelamin
  • usia
  • tingkat pendidikan
  • perangkat yang dipergunakan untuk mengakses website
  • lokasi akses dilakukan
  • halaman mana yang pertama kali diakses
  • berapa lama mereka berada di sebuah website (bouncing rate dihitung dari sini)
  • IP yang mengakses
  • asal negara
  • kalau dihubungkan dengan Adsense akan memperlihatkan data apakah mereka mengklik iklan atau tidak
  • darimana mereka masuk – mesin pencari, direct/langsung (mengetikkan nama url ke kolom browser), media sosial (FB/Twitter dst), atau dari referral (blog/website lain)
  • dan masih banyak lagi data lainnya

GA juga bisa memisahkan antara pengunjung “nyata” (manusia) atau “bot” kalau filter dibuat untuk itu. Bahkan, tool ini juga bisa memisahkan apakah sebuah laman ditayangkan oleh orang lain atau si adminnya sendiri. Hal yang tidak bisa dilakukan oleh dashboard Blogger/Blogspot dengan akurat.

Semua data ini adalah data yang biasa dipergunakan oleh tim marketing. Dengan begitu mereka bisa melihat dan menentukan strategi bagaimana harus memasarkan sebuah website.

Tentunya bisa juga untuk melihat perkembangan sebuah website terkait dengan kalangan pembacanya.

Di dalam GA tidak akan ada data rinci terkait dengan performa di mata mesin pencari, seperti kata kunci dan pencarian. Yang satu ini wilayah GSC.

Jadi, keduanya bukan untuk dibandingkan, tetapi untuk saling melengkapi.


Bolehkah memakai salah satu saja?

Ya boleh banget. Tidak pakai juga tidak masalah. Blog Anda akan tetap dilacak oleh Google karena itu memang pekerjaan mereka.

Tapi, karena datanya bisa bermanfaat, tidak ada ruginya setidaknya memanfaatkan tool GA. Dari sana kita bisa melihat banyak hal yang bisa dimanfaatkan untuk menentukan arah sebuah blog.

Untuk GSC sendiri, tidak perlu harus ikut. Bukan dilarang, tetapi kalau sejak awal tidak mengincar pengunjung dari mesin pencari, untuk apa harus memperhatikan data terkait performa blog di mata Search Engine?

Baca juga : Menghilangkan Related Post Dari Artikel Demi Kecepatan Loading

Sebagai contoh, misalkan sebuah blog berisi puisi, cerpen, atau sekedar foto. Mayoritas pengunjung akan datang dari media sosial, hasil blogwalking, atau promosi lainnya. Lalu untuk apa melototi data terkait mesin pencari?

Tidak nyambung.

Nah, kira-kira begitulah beda antara Google Search Console dan Google Analytics.

Yuk Berbagi....

2 thoughts on “Tahukah Kawan Beda Google Search Console Dan Google Analytics?”

    • Maksud verifikasi itu apa mas Adin?

      1. Yang saya tahu bahkan tanpa mengirimkan sitemap ke Google Search Console sekalipun sebuah website akan dirambah oleh bot Google. Mau Blogspot WP atau yang lain akan tetap dikunjungi oleh bot Google.
      2. Untuk melihat data statistik di GSC dan GA, tetap saja blog berbasis blogspot harus mengirimkan data dan kemudian melakukan verifikasi kepemilikan blog
      3. WordPress sendiri punya plugin dimana untuk melakukan verifikasi cukup dengan memasukkan kode webmaster saja, setelah itu terhubung langsung

      Jadi, sebenarnya tidak perlu khawatir masalah verifikasi.

      Cuma saya belum jelas verifikasi jenis apa yang dimaksud mas..

Comments are closed.