Migrasi Dari Blogspot Ke WordPress : Preferensi Tiap Orang Berbeda

Migrasi Dari Blogspot Ke WordPress : Preferensi Tiap Orang Berbeda

 “Saya heran kok orang berduyun-duyun migrasi dari Blogspot ke WordPress”

Kalimat itu terlintas di kepala saya hari ini.

Hari ini memang agak spesial juga karena baru pertama kali saya melakukan migrasi 2 blog yang berbasis Blogspot/Blogger ke WordPress. Selain itu, saya juga memindahkan 2 blog berbasis WP self hosted ke server lain, yaitu Managed VPS di Cloudways.

Sebelumnya kedua blog ini memakai shared hosting dari salah satu penyedia jasa di dalam negeri. Sayangnya, karena terlalu lemot saat dibuka dan butuh waktu lama untuk tayang, saya memutuskan untuk memindahkannya ke tempat yang bisa memperbaiki kemampuannya.

Kebetulan, sesuai rencana, keduanya akan terus dikembangkan.

Prosesnya sih tidak lama, hanya beberapa jam, ke-4 blog tersebut bahkan sudah tayang lagi. 

Tapi….

Satu hal yang terlintas di kepala adalah pernyataan dari salah seorang kolega, sesama blogger, tentang mengapa orang menyukai WordPress sampai banyak yang berpindah. Mungkin, termasuk saya salah satunya.

Jawabannya mungkin sebenarnya sederhana saja.

Kebetulan, saya masih memakai kedua CMS (Content Management System) itu untuk kesemua blog yang ada. Blog MM salah satu yang masih berbasis Blogspot, sedangkan Lovely Bogor berbasis WordPress. Jadi, saya tahu persis kelemahan dan kelebihan keduanya.

Sederhananya jawaban itu sama persis dengan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut

  • Kenapa kamu suka sayur asem tapi tidak sayur lodeh ?
  • Kenapa kamu suka memakai baju formal daripada kasual ?
  • Kenapa kamu suka cewek yang pandai dibandingkan yang sexy ?

Sama? Ya, sama banget.

Masing-masing tentunya akan menjelaskan latar belakang pemikirannya yang mendorongnya menjatuhkan pilihan pada apa yang dipilihnya. Alasannya pasti logis dan akan masuk akal. Bukan dibuat-buat.

Bisa dibantah? Kalau mau silakan, tetapi tidak akan ada gunanya. Pandangan mereka menjatuhkan pilihan akan dipertahankan dan kalau perlu diperdebatkan mati-matian.

Yang seperti ini sebenarnya sia-sia belaka. Buang-buang waktu. Menghamburkan energi saja.

Pernyataan berbau meremehkan di atas itu sebenarnya tidak perlu dikeluarkan karena yang dibahas berkaitan dengan hal yang bersifat sangat subyektif.

Selera.

Preferensi.

Tujuh puluh juta orang webmaster di dunia menggunakan CMS berbasis WP. Bukan sebuah angka yang kecil. Bisa dikata jumlahnya lebih dari 1/4 penduduk Indonesia.

Jelas mereka menemukan banyak sisi CMS tersebut yang menguntungkan bagi dirinya juga. Jadi, mereka menjatuhkan pilihan kesana.

Sebaliknya, puluhan juta juta (dugaan) lebih memilih CMS Blogspot. Google tidak mengumumkan data resmi, tetapi kuantitas pemakai platform blog miliknya ini juga sama besarnya. Saya pikir mayoritas blogger Indonesia (dugaan saja) masih mengandalkan pada Blogspot karena murah, meriah.

Mereka pasti juga punya alasan dan argumentasi sendiri.

Perlukah keduanya dipertentangkan? Ya tidak.

Hal itu akan sama saja dengan membahas kenapa “Kamu suka sayur asem? Kenapa nggak ikut saya saja yang suka sayur lodeh karena menurut saya sayur lodeh lebih enak?”

Tidak nyambung.

Sifatnya jadi seperti memaksa orang lain untuk mengikuti selera kita. Sesuatu yang sebenarnya tidak boleh dilakukan. Hal seperti ini sangat tidak menghargai orang lain.

Anda punya pendapat WordPress lebih baik dari Blogspot, atau sebaliknya? Boleh saja dikemukakan. Silakan ungkapkan dalam tulisan sepanjang apapun. Itu adalah hak masing-masing.

Sayangnya, sebatas itu saja.

Mempertanyakan mengapa orang lain bermigrasi ke WordPress, sama saja dengan merendahkan kemampuan berpikir para pemilih CMS itu. Mereka jelas bukan orang bodoh karena beberapa nama terkenal dunia, seperti Neil Patel, Pete Cashmore, dan banyak lagi lainnya menyarankan beralih ke WordPress.

Bisa kah kita mengatakan bahwa mereka begitu bodoh dan tidak bisa berpikir sampai menyarankan hal seperti itu?

Ya tidak lah.

Sebaliknya pun sama saja.

Masing-masing orang punya selera. Punya pemikiran. Punya gagasan. Punya keinginan.

Preferensi.

Mengapa harus dipertanyakan dengan nada yang seperti itu? Kesukaan kita terhadap satu hal tidak membuat diri kita lebih tinggi dan lebih pandai dari orang lainnya. Tidak juga berhak untuk memandang rendah orang yang berbeda.

Masalah selera tidak memberikan hak itu kepada kita, meski di masyarakat sekarang, kerap hal itu dipandang meninggikan status seseorang. Yang suka jengkol dipandang kampungan dan lebih rendah daripada penyuka steak.

Haruskah kita begitu?

Saya memilih tidak.

Soalnya saya bakalan bingung harus berpihak di posisi mana. Keduanya sama-sama bagus dan jelek pada saat bersamaan. 

Lagi pula, saya punya dua-duanya, sampai saat ini. 

Mungkin, saya hanya bisa bersyukur bahwa punya keduanya bisa membuat saya terhindar dari perdebatan tidak penting. Yang pasti, setidaknya saya bisa menjauhkan diri dari memandang rendah orang yang berbeda dalam hal memilih CMS.

Bogor, 15 Agustus 2020 (sedang mempertimbang untuk memindahkan Maniak Menulis ke WP atau yang lain. Sayang space server yang sudah ada kalau tidak dimanfaatkan. Alasan yang tidak pernah disebut oleh para pecinta WordPress untuk melakukan migrasi, tetapi sebenarnya ada

Yuk Berbagi....

32 thoughts on “Migrasi Dari Blogspot Ke WordPress : Preferensi Tiap Orang Berbeda”

  1. Memang menggoda banget ya wp, tapi balik lagi sih masalah selera.. Saya sendiri suka banget sma blogger.. Tapi karena lihat hosting yg gk kepake, akhirnya data artikel dri blog lama yg sudah terhapus saya buat kembali di blog priant(dot)id..

    Sama satu lagi kang, saya sendiri sayang sama tema generatepress yg sudah dibeli dan tidak terpakai hehe..

    Meskipun sudah di wp, saya aj buat blog di blogger meskipun hnya pakai domain myid biar bisa simpan file blog dan biar tau klo ad update terbaru dari blogger..

    Oh ya satu lagi (sorry kepanjagan+curhat dikit kang)

    Ada hal lucu yg saya alami saat pakai hosting, mendekati masa perpanjang hosting 2gb hampir penuh kisaran 1.8 yg terpakai, akhirnya saya perpanjang dan upgrade 6gb.. Saat upgrade malah jdinya ukuran yg terpakai hnya 800mb doang wkwk

    Reply
    • Mau curhat 2 kilometer juga boleh Mas… hahaha.. nggak dilarang..

      Kenapa nggak dipake Kang, saya justru beralih ke generatepress karena ringan. Membantu banget memperbaiki waktu loading.

      Kebetulan, kemaren yang memakai Newsmag dan Newspaper loadingnya lamban karena pagebuildernya. Jadilah saya beralih ke generatepress supaya nggak terlalu lamban..Hasilnya lumayan juga.

      Wakakakaka.. pasti bete juga yah sudah naikin segitu, taunya yang terpakai lebih kecil.. Dimana mas hostingnya?

      Reply
      • Sudah dipake kang, maksud saya blog yang baru saya pakai generatepress karena sebelumnya tidak terpakai temanya..

        Ia sih kang temanya memang agak berat. Ngomongin soal tagdi*, saya orang yang cukup kecewa karena rasanya ada pilih kasih antara tema newsma* dan newspap**..Tema newspap** menurut saya dispesialkan sama mereka, pdhl beda 10 dolar doang.. Wkwk tapi mungkin hanya pikiran saya saja hhm..

        Bete banget kang wkwk

      • Berat Kang.. makanya saya ganti.

        Soal tagdiv, yah karena best sellernya itu, ya diprioritaskan. Hahaha.. namanya juga bisnis yang paling laku diperlakukan spesial dong.

        Kebetulan juga temanya nggak beda jauh dan rupanya sisi bisnis mereka akhirnya memilih Newspaper sebagai jagoan dan lebih diutamakan.

        Untung saya udah ga pusing lagi. Pake GP aja deh.. yang penting ringan dan cepat. Fokus sama ngeblog saja

  2. Iya, jangan diperdebatkan 🤣 nama pun pilih 'rumah' pasti disesuaikan dengan preferensi dan kenyamanan yang punya ya, mas. Ini ibarat disuruh pilih tinggal di rumah tapak apa di apartment, keputusan yang diambil akan mengikuti preferensi orangnya dan pilihan kenyamanannya 😆 toh dua-duanya ada positif negatifnya jadi tinggal pilih sesuai selera dan cencunya budget yang ada 😄

    Kalau saya pakai blogspot karena saya gaptek hahaha. Saya nggak paham toolsnya self hosted wordpress dan server-serveran, mas 🙈 mungkin analoginya seperti orang yang nggak berani naik lift jadi nggak mau tinggal di apartment. Nah itu saya banget 🤣

    Reply
    • Dipikir-pikir lagi, kalau semua kayak Eno begini, hasilnya pasrah, saya kehilangan banyak ide tulisan juga neh… wadawwa..

      Hahahaha.. iya Eno, buat saya sih yang kayak gini mah tidak perlu diperdebatkan sampai saling mempertanyakan keputusan masing-masing. Toh masing-masing punya jalan sendiri-sendiri.

      Kayak Eno, dengan berbasis blogger saja sudah bisa sebegitunya..

      Yang manapun sebenernya yang penting isinya…

      Iya nggak iya nggak?

      Reply
  3. Aku memilih blogger sebagai rumah karena alasan yang sama seperti kak Khairunnisa dan seperti kak Eno 🤣
    Sekian. Terima kasih.

    Reply
  4. Saya pakai keduanya saja. Hahaha.

    Tapi kalau sudah urusan debat mana yang lebih baik, saya mending jauh-jauh. Toh tim wp dan blogspot anteng-anteng aja sambil nerima gaji.

    Reply
  5. loh apakah sebelumnya ada yang memperdebatkan? Aku kok malah nda teuk yah mas anton..hihihi…

    tapi keduanya aku pakai semua, jadi uda sama-sama tahu asyiknya mengoprek keduanya, uda sama-sama tau mumetnya ngatur settingan keduanya, uda khatam perihal kebingungan mau mendahulukan yang mana 🤭🙄😜 eyaaaaaaa hahha

    tapi dua-duanya aku selalu penasaran pengen nguasain gimana sih ngatur tampilannya supaya eye catchy..sampe blog dummyku ada banyak buat latihan 🤣🤣

    tapi kalau urusan sayur…baik lodeh, sayur acem eew asem,..maupun jengkol aku suka semuanya…apa aja embat..pantasan gembul yak diri ini wkwkwk

    Reply
    • Enaknya jadi orang gembul gitu.. semua diembat.. hahahaha.. ga usah mikir.

      Iyah, saya juga ngerasain hal yang sama. Dua-duanya sama-sama asik kok kalau dipelajari. Makanya bingung kenapa harus diperdebatkan.

      Kebetulan, ada sih mbul dan sekarang masih banyak. Biasanya yang pemakai WordPress yang terus bilang kelemahan blogspot ini itu. Yang kayak gini mah banyak beut dah.

      Cuma pernyataan di atas kebetulan saya temukan di salah satu post blog yang saya jelangkungi.. eh nggak deng, justru sering saya datangi. Makanya dijadikan bahan tulisan. Termasuk agak jarang yang berpandangan kebalikan seperti itu.

      Nggak disebutkan blognya, tapi ada.

      Reply
  6. Saya juga punya blogger dan juga wordpress pak, tapi sayangnya sekarang aku lebih fokus ke blogger dari pada WP karena lebih banyak temannya di blogger. Oh ya, aku pakai WP yang gratisan pak, bukan beli hosting.

    Kalo WP sebenarnya enak karena ada tools berupa plugin yang bisa membantu seperti Jetpack dan Toast SEO, tapi sayangnya hanya untuk yang beli hosting, jadi untuk WP gratis tidak bisa.

    Untuk alasan aku rasa seperti kata pak Anton, ini masalah selera saja, tidak usah memaksa. Seperti saya yang tetap suka sayur lodeh dan juga sayur asem.😄

    Reply
    • Iyah.. saya juga punya di WordPress.com cuma setelah dipikir ulang tidak banyak bedanya dengan yang di Blogspot, jadi saya tidak aktifkan. Bayarnya juga lebih mahal dibandingkan kalau pakai yg self hosted.

      Bener, saya juga suka dua-duanya.. sayur lodeh dan sayur asem.. tambah ikan asin selar.. widihh… mangstab

      Reply
  7. Ternyata alasannya sesimple milih jangan lodeh atau asem saja 🙂
    Melihat banyaknya yang memilih WP membuat saya pengen nyoba juga mbuat satu lagi blog di WP.
    Tapi baru wacana saja.. Hehe..
    Masih setia dengan blogspot gratisan.
    Setuju untuk tidak mempermasalahkan pilihan. Apapun pilihannya, pasti itu yg terbaik untuk si blogger itu sendiri.
    Salut dengan para blogger yang bisa mengelola beberapa blog. Apalagi ada yang berbeda platform

    Reply
    • Hahaha… memang sesederhana itu sebenarnya, yang bikin rumit kan orangnya. Yang mudah dibuat rumit, yang rumit dibuat lebih rumit lagi. Semua supaya yang mengatakan bisa terlihat pandai… 😛

      Bikin mbak.. Jangan ragu. Banyak pelajaran yang bisa didapat, meski juga butuh pengorbanan.

      Wahhh rupanya mbak tipe setia yah… Kalau urusan yang satu ini sih sebenarnya boleh mendua atau meniga.. malah bagus..

      Jangan salut mbak, sebenarnya di belakangnya pada mengeluh keteteran semua.. wkwkwkwk…

      Reply
  8. Ini bahas apa sih kong…Teknologi ape Kuliner sih?🤷 🤷 Nggak sekalian Pilih Perawan apa Janda.🤣 🤣 🤣 ….Pasti luh jawab pilih semuanya..🤣 🤣 🤣

    Curhat juga kong….🤣 WP & BLOGGER Bagusan WP? kong….Itu dulu 2004 apa tahun 2005 lupa gw juga. Begini ceritanya..😁 Gw masih bujangan dulu terus bikin blog di WP. Baru 8 postingan, Itupun pendek2. Langsung minder lihat para jawara WP Jago2 nulis.🤯 🤯 karena nggak niat mungkin akhirnya gw hapus….Dan yaa udah nggak ngeblog lagi…Bikin pusing kepala saja, Kaya kaga.🤣 🤣 🤣

    2008 Pacaran, Bikin blog lagi di WP dengan domain .Net…1 blog 2 admin, Gw sama yayangku. 2009 Nikah punya anak blog dihapus …Kangen, Akhirnya bikin blog lagi tetap di WP. bikin lagi di kompasiana…Tetapi istri nggak minat ngeblog lagi. Akhirnya gw seorang diri jadi blogger misterius. Bosan hapus lagi.🤣 🤣

    Akhirnya vakum sejenak, Dan bikin diblog diBlogspot…Lalu bertemu blog ponsel MWB, dan Akhirnya menetap di MWB……Akhirnya Suuueeee!!..MWB bangkrut 2016 😬😬 si Arvind gufta sialan pendiri MWB ngasih pilihan pindah ke WP atau BLOGGERs. Nanti file segera dikirim via email. Karena sudah nggak minat ngeblog, Akhirnya gw buang ribuan artikel yang sudah gw tulis selama 6 tahun. Dan akhirnya kembali ke blogspot lagi meski sekedar jadi blogger iseng doang sampai sekarang.😊😊

    Jadi kalau menurut gw, Seandainya nggak ada MWB pastinya gw akan pilih WP, Karena Ngeblog di WP menurut gw emang harus serius sih kong….Yaa kalau gw setengah seriuskan jadi milih Blogger saja untuk sekarang.🤣 🤣

    Sebaliknya puluhan juta orang lebih memilih CMS Blogspot. Google tidak mengumumkan data resmi, tetapi kuantitas pemakai platform blog miliknya ini juga sama besarnya…..Kalau menurut gw tetap WP lebih unggul, Karena Qualitas…..Tapi nggak tahu juga deh.🤣 🤣 Kalau menurut gw semua blog ente lebih bagus WP kong…..Saran gw, Tapi keputusan tetap ada pada dirimu kong. Intinya semua punya kelebihan dan kekurangan juga.😊😊

    Cuma WP lebih profesional aja gw bilang mah, Dan serius juga kalau minat di WP. Kalau masih 1/2 bimbang mending di Blogger dulu. Dan baiknya yang nyaman menurut kita itu pilihan terbaik.😊

    Reply
    • Gue terkesima membaca perjalanan lu sebagai blogger Tong.. #sungkem. Segitu banyak penderitaan yang dikau alami untuk sampai akhirnya nongkrong di Blogger.

      Hahahahaha… sayang banget tuh ribuan tulisan dibuang. Mungkin kalo waktu itu elu ga buang, elu udah jadi blogger terkenal gantiin si Raditya Dika tuh.. Jadi manusia salju dan banyak duit..

      Btw, hemm.. tergantung sih. Kalau mau pro, sebenarnya bukan pada blogger atau WP, menurut gue yah.. Keduanya bisa diolah menjadi penghasil duit, kalau memang serius.

      Gue sih terus terus, blog di dua tempat itu dua-duanya bisa menghasilkan duit karena gue pake iklan.. Bahkan kemaren Maniak Menulis juga ditawarin kerjasama, gue nolak.. #sombong. Cuma emang karena ga klop, nggak gue ambil.

      Secara tampilan memang WP luar biasa banget, tapi secara kocek, berat juga.. Bisa jadi beban tersendiri kalau ternyata penghasilan ga juga sesuai dengan kerja keras.

      Yang penting mah, seperti yang elu bilang, mana yang bikin elu nyaman, pake yang itu.

      Reply
  9. Kusukaaahh blogspot, karena murahh, cuman bayar domain, hostingnya kaga pernah down (sepengalaman dan setahu saya), mudah isi komennya pulak 😀

    Kalau saya pernah mempertanyakan, mengapa sih orang-orang suka migrasi ke WP, soalnya gara-gara migrasi, sebelumnya kalau main ke blognya tuh asyik, komen lancar.
    Eh pas ganti ke WP, mana kita ikutan list BW kan, itu sebal banget, saya mau nyelesaikan BW, tapi pas ke blognya, nggak bisa diakses.
    Error lah, server down lah.. ini lah itu lah.

    Jadinya ketunda lagi deh BW saya, yang berakibat, kadang saya lupa laporan selesai BW, padahal udah selesai semuanya, tinggal blog yang servernya down itu.

    Dan bukan hanya sekali dua kali, ada beberapa blog yang seperti itu.
    Kadang komen eror, kadang nggak tahu komennya udah masuk atau enggak, padahal nggak dimoderasi.

    Setidaknya pengalaman-pengalaman kayak gitu bikin saya bete kalau pas mau BW dari list, di mana BW itu penting banget karena kewajiban kan udah ngelist, dan waktu saya yang nyuri-nyuri kadang bikin saya lupa datang kembali ke blog itu hahaha.

    Begitulah cerita mengapa saya heran orang-orang pindah ke WP, maksudnya biar gampang ini itu, tapi malah bikin pengunjung blognya nggak nyaman 😀

    Kalau masalah pilihan mah, saya nggak peduli sih orang mau pake blogger atau WP, saya juga punya 2 blog WP, tapi gratisan 😀
    Jarang keisi pula.

    Dan karena saya sering nulis di blogspot, jadinya memang menganggap blogspot itu jauh lebih enak 😀

    Btw, prtama kali saya beli domain itu, saya sama sekali nggak punya bayangan apapun terhadap apa itu domain, apa bedanya dengan hosting, belinya di mana.
    Saya banyak browsing, tapi semakin saya baca, semakin pusiaaangg kepala hahaha.
    Akhirnya saya asal milih dong, berjodoh dengan rumah web, setahun kemudian saya perpanjang, melotot semelolotnya sayah.
    Gimana enggak?
    Ampuuunn mahalnya, sekitar 500reboan ya kalau ga salah.
    Pengsan dah.

    Ternyata, pas nanya-nanya, saya tuh beli paketan sama hosting, tapi enggak digunakan hahahaha.

    Langsung dari situ saya mulai ngerti, apa bedanya domain dan hosting, juga makin cinta ama blogspot.

    Mungkin kali ya Pak, suatu saat nanti, saya juga migrasi ke WP.
    Eh enggak ding, ngapain migrasi? mending beliin domain si WP saya 😀

    eh ini bahas apa, jebulnya malah bahas domain hosting ya? wakakakak.
    Intinya, saya menyerah kalau memahami teori ginian bapak?
    Saya biasanya bisa ngerti, kalau praktik langsung hahahaha

    Reply
    • Buat saya mah, dimana dikau nyaman, ya pake saja. Sebenarnya sih, ada satu kesalahan yang sering dilakukan oleh banyak orang, termasuk saya sendiri saat mengelola WordPress.

      Sumpah, beberapa waktu lalu, saya menyadari dimana kesalahannya.

      Kesalahannya adalah dalam pemilihan hosting. Biasanya kita selalu berpikir cari yang "termurah".. buat pemula dan ukuran tidak perlu besar, yang penting murah… Hasilnya biasanya berujung pada shared hosting ukuran terkecil…dan tentunya "SPEED LOADING YANG LEMOTTTZZZ".

      Itulah yang menyebabkan server down, lemot, dan kadang error.

      Makanya, saya belakangan, setelah berniat mau lebih serius berpikir ulang dan saya memilih invest dalam jumlah yang terjangkau. Hasilnya lebihhhh baik ternyata.

      Itulah kenapa saya pindah ke Managed VPS dari shared hosting. Harganya kelihatannya lebih mahal, tetapi setelah dihitung, malah jatuhnya lebih murah.

      Satu hosting bisa saya isi dengan 6 website dan kecepatan tidak lemotzz… Terasa banget bedanya..

      Kalau saya pikir sih Rey, tampilan blogmu akan bisa lebih luar biasa kalau pindah ke WP karena disana banyak template yang sesuai yang kamu mau. Nggak perlu pake coding sama sekali

      Tapi yah… kembali ke masing-masing tujuan

      Reply
  10. Kalau masalah pilihan, tergantung masing-masing. Saya pernah berada pada dua rumah tersebut meski pada akhirnya bertahan dengan blogspot. Selain karena murah, saya juga ngga begitu niat ke WP yang lumayan manual. Mungkin karena pada waktu itu saya dianjurkan langsung pake self-hosted.

    Sejauh ini, saya masih nyaman dengan blogspot. Sekalipun nanti akan pindah, yah tidak masalah. Sayapun merasa ini hanya media, yang penting saya nyaman dan tulisan saya bisa diakses dengan mudah.

    Reply
  11. Saya pribadi lebih memilih blogspot daripada wordpress. Awalnya, saya pakai keduanya, dan membandingkan kelebihan kekurangan masing2.
    Blogspot menurut saya lebih nyaman pak

    Reply
  12. Kalo aku udah kandung jatuh cinta sama blogspot. Lebih gampang dari WP rasanya.
    Lagian gak ngerti macam2 tentang ini itunya WP. Duh koq banyak kerjaannya ya WP itu.
    Buktinya pas baca artikel mas Anton tentang migrasi blogspot ke WP jadi bingung, hehe…

    Boro2 aku mau migrasi ke WP, mo beli domain aja belum terlaksana hihiiii…

    Tapi pernah baca2, katanya si kalo artikel di WP gampang di page one. Benarkah
    demikian mastah? 🙂

    Reply
    • Nah, kalau memang sudah cinta, ya lebih bagus lagi. Jalani dan nikmati sajah.

      WP memang lebih banyak kerjaan, terutama yang self hosted, tapi itu konsekuensi dari imbalan berupa keleluasaan dalam berkreasi.

      Selama memang nyaman, kenapa harus pindah.

      Sebenernya tidak juga sih, banyak tulisan saya di blog berbasis blogspot juga nangkring di page one. Cuma di WP memang banyak tool yang bisa membantu sedangkan di Blogspot, toolnya ya diri si blogger sendiri. Tidak ada alat bantu.

      Soal lebih potensial nongkrong di page one sih, tergantung masing-masing individu.

      Reply
  13. Hai Mas Anton, mau nanya dikit dong (dan maap nih kalau pertanyaannya receh wkwk). Bedanya apa sih WP self hosted sama Managed VPS?

    Reply
    • Waduh kedatangan sepasang petualang neh… welcome

      Yang pertama : nggak ada pertanyaan receh.. wkwkwkw semua pertanyaan dari teman itu berharga.

      Saya coba jelaskan yah, singkat saja

      1. WordPress itu ada dua jenis wordpress.com dan wordpress.org

      Yang pertama : WordPress.com, yang sebenarnya tidak berbeda dengan Blogger/Blogspot dimana server (hosting) yang dipakai adalah server milik Blogger/Blogspot/google. Jadi, istilahnya mau pakai TLD atau subdomain, si blogger numpang di rumah orang lain, tapi tidak berbayar

      Di WP.com ini, servernya milik si WordPress dan blogger yang membuat blog disini, numpang di rumah si WP.

      Yang kedua : wordpress.org atau dikenal dengan WP Self Hosted istilahnya, website yang dibuat memakai server sendiri. Si webmasternya memilih server sendiri, ngatur sendiri, dan semua sendiri. Cuma (CMS) software yang dipakai adalah software si WordPress.

      Istilah kasarnya, WP Self Hosted itu WP yang dijalankan di rumah (hosting) sendiri.

      Kalau di wordpress.com kita terikat aturan dan batasan yang ditetapkan yang punya rumah, kalau di WP Self Hosted, ya rumah rumah sendiri, bebas saja kita mau ngapain

      Nah, yang disebut WP self hosted itu terdiri dari beberapa faktor, domain, software, dan "hosting" (rumah).

      Salah satu jenis "rumah" web yang belakangan banyak ditawarkan adalah server VPS karena banyak kelebihannya.

      Penjelasan lanjutan di bawah (loncat ke VPS)

      2. VPS dan Managed VPS

      VPS itu singkatan dari Virtual Private Server, sebuah teknologi server (hosting) yang sekarang umum dipakai untuk pembuatan website.

      Pada dasarnya tetap server hanya bedanya (sebagai contoh perbandingan) dengan "shared hosting" adalah dimana kita bisa merasakan seperti memakai "server" sendiri dan bukan dibagi-bagi seperti di shared hosting.

      Kalau shared hosting , satu IP kita harus berbagi dengan penyewa lain. Istilahnya rumah kos dimana orang kamar disewakan, alamatnya tetap 1

      Kalau VPS : seperti nyewa apartemen, bangunannya satu tetapi setiap orang punya satu "rumah" dengan alamat (IP) yang berbeda

      Nah VPS sendiri terbagi lagi, (pake istilah saya yah)

      – VPS kosongan : mirip dengan nyewa apartemen kosong tanpa barang, atau bisa juga komputer tanpa sistem operasi (cuma DOS saja tidak pake windows).. Jadi, kita cuma dikasih server dan alokasi saja, selebihnya harus isi dan nyetting sendiri semuanya

      – Managed VPS : kira-kira mirip dengan sewa apartemen sudah ada perabotan dan ada perjanjian bahwa yang ngurus dan ngebersihin adalah pemilik gedung. Kalau pake analogi komputer, itu komputer sudah ada Windows dan lain-lain, kita tinggal pake..

      Kira-kira begitu penjelasan singkatnya.. Jadi, yang ditanyakan tadi berhubungan tapi dua hal yang berbeda.

      Reply
  14. Saya mah blogger cap gratisan yang sudah 12 tahun nunut di wordpress. Pernah juga punya blog di blogspot tapi karena sudah terlanjur nyaman di wordpress ya diterusin sampe sekarang, vakum ada 5 tahunan sama sekali gak nyentuh blog, dan kayaknya kok blogspot sekarang lebih rame ya, contohnya itu di atas banyak bingits, haha…

    Soal selera, ya wajar juga sih setiap orang membela seleranya masing-masing, yang nyebelin kan orang yang membela seleranya dengan merendahkan selera orang lain. Filosofi "pertahanan terbaik adalah menyerang" tampaknya hanya cocok buat sepakbola saja, kalau diterapkan di dunia sosial ya jadi sumber keributan…. 🙂

    Reply
    • Blogger ya blogger.. nggak ada gratisan atau berbayar.. hahahaha

      Betul mas Grub, filosofi itu lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya kalau dipakai di lingkup yang berbeda

      Reply

Leave a Comment