Blog Tanpa Sidebar? Kenapa Tidak?

Blog Tanpa Sidebar Kenapa Tidak

Pagi Kawan MM ? Selamat beraktivitas. Semoga apapun yang rekan semua lakukan akan membawa keberkahan bagi rekan dan keluarga.

Apakah rekan menyadari kalau blog MM di halaman depannya (homepage) tidak lagi menggunakan bilah sisi atau sidebar? Mungkin kalau belum bisa dilihat di desktop atau notebook, tapi sebenarnya di ponsel juga bisa karena saat discroll ke bawah tidak akan terlihat gadget tambahan.

Yup, saya sudah mulai menyingkirkan bagian tersebut dari semua blog saya secara bertahap. Inginnya, suatu saat nanti semua blog di bawah Lovely Bogor Network sudah menjadi blog tanpa sidebar.

Belum semua. Saat ini baru dimulai dengan homepage beberapa blog dimana bilah sisi sudah tidak lagi dipergunakan. Pada laman artikel, saat ini ada yang masih memakai tapi ada juga yang tidak.

Kenapa kok begitu? Bukankah keberadaan sidebar untuk pengguna website juga?

Jawaban saya, BENARKAH?

Coba lihat fungsi dari yang biasa ada di bilah sisi dan ini pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam benak saya belakangan ini.

  • Iklan : untuk pengguna web atau untuk kita?
  • gadget arsip : memang berfungsi agar pembaca mudah menemukan artikel lain
  • gadget posting populer : sama dengan gadget arsip
  • gadget posting/artikel terbaru : sama dengan gadget arsip/populer post
  • berlangganan lewat email : betulkah banyak pembaca yang mau menerima pemberitahuan lewat email kalau ada post terbaru? Kalau ada berapa banyak?
  • ikon media sosial : untuk pengguna? Juga apakah memang akun FB dan Twitter kita berkaitan dengan isi blog?
  • banner komunitas : ini untuk siapa? Apa fungsinya?
  • thumbnail : pada gadget arsip atau posting populer biasanya memasang thumbnail atau image kecil, apa fungsinya?
  • gadget follower : bukankah kalau seseorang suka mereka tinggal membookmark url blog saja? Benarkah untuk pengguna?

Hasil kalkulasi, akhirnya saya berpendapat dan coba direalisasikan pada semua blog

  1. Iklan : mau tidak mau untuk menutupi biaya operasional, saya harus memasang kode dan menampilkan iklan. Hanya, saya memutuskan memasang satu kode saja di sidebar karena mengurangi pemakaian plugin
  2. Arsip : supaya pembaca bisa menjelajah isi blog berdasarkan bulan dan tahun
  3. gadget post populer atau gadget artikel terbaru : fungsinya sama, lalu kenapa harus dua-duanya dipasang
  4. banner komunitas : untung tidak terikat pada komunitas manapun dan memang tidak ingin terikat. Lagi juga untuk apa harus memberikan sitewide backlink?
  5. gadget follower : pembaca bisa melakukan bookmark url kalau mereka suka. Lagi juga mereka adalah tetap pembaca dan bukan pengikut
  6. ikon media sosial : sudah lama tidak aktif di medsos dan isinya sama sekali tidak berkaitan dengan isi blog manapun, jadi kenapa harus dipasang?
  7. image thumbnail : terlalu kecl untuk bisa mempengaruhi pembaca

Akhirnya, saya putuskan pada blog yang masih memakai sidebar, isinya hanya tiga saja, yaitu

  • Kode iklan : auto ads memudahkan karena kode iklan apapun akan berfungsi sebagai kode auto ads. Jadi, saya tidak perlu memasang di bagian “header” yang menghambat waktu loading
  • gadget posting populer : karena untuk mengetahui artikel terbaru, pengguna blog bisa menuju homepage saja
  • No thumbnail semua cukup judul saja
  • Arsip : untuk yang ingin menjelajah blog berdasarkan tahun dan bulan

Sudah selesai? Belum karena saya masih mempertimbangkan lebih jauh lagi . Keputusan akhirnya adalah apakah semua akan menjadi blog tanpa sidebar atau menyesuaikan dengan tema dan isinya.

Sebagian sudah jelas tidak memerlukan kehadiran si bilah sisi dan langsung dihilangkan, tetapi ada sebagian lain yang “mungkin” masih perlu karena konsep awalnya sebagai “media/majalah”.

Tapi yang jelas, saya merasa lebih senang kalau semua blog sudah tanpa si sidebar. Lebih sederhana dan minim hal-hal yang men-distraksi (mengalihkan perhatian) pembaca dari tujuan sebuah blog, membaca konten.

Juga, dengan 70% lebih pembaca sekarang menggunakan ponsel/perangkat mobile, sebenarnya tidak ada lagi sidebar karena menjadi bottom bar. Sidebar tergeser ke bawah artikel kalau di ponsel. Kombinasi ruang baca dan sidebar tidak terlihat sama sekali.

Baca Juga : Beda Googlle Search Console dan Google Analytics

Lagipula, ada keuntungan lainnya juga, yaitu waktu loading yang lebih singkat karena ada bagian yang dihilangkan. Cuma sepersekian detik, tetapi di zaman sekarang yang seperti itu bisa menjadi penting.

Bagaimana dengan rekan? Berani merubah blog menjadi tanpa sidebar?

Yuk Berbagi....

8 thoughts on “Blog Tanpa Sidebar? Kenapa Tidak?”

  1. Berani donggggg 😍

    Saya pun dari awal buat blog memang nggak pasang side-bar banyak mas, karena saya suka blog yang simple dan pembaca fokus baca tulisan yang saya bagikan *cieh gaya betuuuul, yaaah* 😂

    Reply
  2. Post ini…. Semakin memantapkanku untuk menghilangkan sidebar 😂

    Aku ingin sekali menghilangkan sidebarku, dan menaruh yang penting-penting di bagian menu bar aja, tapi 1 ganjalan yang aku temukan, gadget “search” blogku nggak bisa dipindah ke menu bar, pengin cuma tombol “ikon” aja seperti kak Anton punya, tapi aku nggak nemu toh kodenya buat blogspot 😭

    Reply
    • Hilangkan!!!!.. #kompor

      Hahahahaha… masalahnya kalau di Blogspot harus masuk ke coding sih Lia. Makanya males. Kalau di WP (WP lagi), template yang saya pakai tinggal klik ini dan itu saja. Search bisa dipasang dihilangkan tanpa harus ruwet.

      Bisa tempatkan di footer kalau memang mau?

      Reply
      • Udah dihilangkan dong kak 🤣

        Iya, memang WP sangat amat serba mudah ya semuanya. Hanya saja biayanya itu lho kak 😂😂😂

        Oh iya, bisa di footer. Coba nanti aku cek, cocok atau nggak hahaha. Terima kasih ya kak 🙏🏻

      • Lia… coba lihat di komputer setelah side bar dihilangkan. Ada bagian kosong yang kurang bagus dilihat di desktop. Cari kode untuk membuat ruang baca ke tengah biar enakan dikit.

        Masa sih mahal, perbulan ga sampe segelas Starbuck loh.. wkwkwkwkw

  3. Sejak tips Mas Anton untuk menghilangkan widget nggak penting, saya udah hapus beberapa lho. Dan rasanya memang lebih lapang ya hahaha

    Tapi masih agak nggak puas sebetulnya. Setelah baca ini pun saya berpikir untuk menghapus kolom popular post juga. Apa abis ini saya mempertimbangkan ganti template non sidebar aja ya 🤔

    Reply
    • Waduh waduh… hahahaha

      Kalau memang Jane merasa perlu non sidebar, kenapa tidak. Nanti saya coba tambahin lagi “bensin”nya supaya kompornya tambah mbledug.. hahahaha soalnya masih banyak sisi pemikiran lain soal template ini

      Reply

Leave a Comment