Satu Kata Kunci Promosi Blog Dengan Blogwalking : AGRESIF !

Kunci Promosi Blog Dengan Blogwalking : AGRESIF

Promosi blog dengan blogwalking bukanlah barang baru nan aneh. Jika coba memasukan keywords alias kata kunci ini ke dalam mesin pencari Google, otomatis ribuan link tulisan pembahasannya akan keluar dengan cepat.

Cuma butuh kurang dari satu detik, tergantung kecepatan internet.

Blogger pemula, blogger bangkotan, sampai yang mengaku dirinya internet marketer padahal tidak menjual apa-apa, sudah menelurkan pandangan versi masing-masing.

Sudah banyak sekali dibahas dan tidak terhitung banyaknya ribuan tips dan trik yang disarankan.

Tetapi.. 

Ada satu pertanyaan kecil saja.

Kenapa masih ada ribuan blogger yang mengeluhkan kalau pengunjung blognya masih sedikit sekali. Padahal, mereka sudah melakukan blogwalking secara rutin, teratur, bahkan berjadwal.

Mereka juga sudah menerapkan berbagai trik.

Lucunya, tidak sedikit di antara yang mengeluh itu sudah menerbitkan tulisan terkait keampuhan blogwalking sebagai media promosi bagi sebuah blog.

Kontradiksi.

Dimana salahnya ? Sudahkah para blogger berhenti membaca blog-blog lainnya? Sudahkan para blogger semua tiba-tiba jago SEO dan tidak merasa perlu lagi berkunjung ke sesama kolega di dunia blogger?

Kesalahannya dimana?

Pertanyaan yang menarik, bukan begitu?

***

Disclaimer :

Saya bukan seorang blogger dan blogwalker (pejalan kaki antar blog) yang baik). Selama ini, kegiatan berkunjung antar blog ini hanyalah sebuah pengisi waktu saja dan lebih menekankan unsur silaturahmi saja.

Jeleknya lagi, saya lebih suka mengaktifkan mode “jelangkung” alias “siluman”. Jarang saya meninggalkan jejak di semua blog. Cuma 10% saja blog yang saya datangi cukup beruntung membuat sang siluman begitu tertarik untuk meninggalkan jejak, tetapi 90% lainnya biasanya didatangi secara diam-diam saja.

Jadi, kalau Anda mau segera meninggalkan tulisan ini, saya sarankan, segera saja lakukan.

Kecuali, Anda tertarik untuk melihat pandangan seorang non internet marketer, sekaligus blogwalker yang buruk tentang sesuatu yang sangat  mungkin tidak dikuasainya.

Jadi, be my guest.

Atau … 

Anda mau meluangkan waktu beberapa menit lagi untuk mengeksplorasi kemungkinan mendapat informasi baru.

It’s your choice.

***

I am a marketer, a salesman

Saya memang seorang blogger yang buruk. Berbagai teori umum dunia blogging, salah satunya saya tidak pedulikan.

Hanya saja, I am a marketer, saya seorang pemasar.

Bukan gelar yang saya tambahkan sendiri, tetapi merupakan julukan sejak saya bergabung dengan divisi sales/marketing sebuah perusahaan manufaktur Jepang-Indonesia puluhan tahun yang lalu.

Sampai saat inipun, meski sudah berpindah perusahaan beberapa kali, saya masih tetap di bagian pemasaran, penjualan.

Itu profesi saya.

Berbagai istilah terkait dunia marketing, seperti branding, promosi, dan segala tetek bengeknya bukanlah sesuatu yang baru. Mengurus pameran, menawarkan produk, melakukan negosiasi, menganalisa data, membaca karakter adalah bagian dari rutinitas sehari hari.

Dan, saya menyadari bahwa pada satu sisi, ada sisi dunia blog yang menerapkan apa yang saya lakukan setiap hari, yaitu PEMASARAN.

Yah, semua blogger ingin blognya terkenal, mendatangkan uang, dan kemudian menjadi kaya. Target dan tujuan sulit terwujud tanpa sang blogger mau memasarkan blognya. Paling tidak begitulah sisi marketer dalam diri saya berkata, meski sisi lainnya, sisi blogger membantah.

Jadi, tulisan ini bukanlah sebuah bullshit atau omong kosong tanpa dasar. 

Analisanya dibuat berdasarkan pengalaman pribadi sebagai seorang pemasar di dunia nyata, yang pernah keluar masuk Tanah Abang untuk memasarkan produk.

End of disclaimer

***

Metode Blogwalking = Metode Canvassing

Pernah dengar canvassing?

Mungkin belum, tetapi sangat mungkin rumah Anda pernah didatangi oleh salesman door to door. Iya kan?

Nah, salesman itu merupakan salah satu perwujudan dari bentuk canvassing dalam dunia marketing. Biasanya, seorang penjual seperti ini tidak bergerak sendiri. Mereka akan datang dalam satu grup, dan kemudian setiap orang akan menyisir area di wilayah tersebut dan mendatangi setiap rumah yang ada.

Contoh metode canvassing juga bisa dilihat di jalan. Belakangan ini mudah sekali ditemukan SPG (Sales Promotion Girl) dengan rok ketat dan wajah bermakeup menawarkan berbagai macam produk kepada orang yang lewat.

Itu juga merupakan salah satu wujud dari konsep canvassing.

Tujuannya, tentu saja 

  • untuk melakukan kontak langsung dengan calon pembeli
  • menjalin komunikasi
  • memperkenalkan produk 
  • dan, akhirnya menghasilkan penjualan.

Penggunaan metode canvassing juga sudah diterapkan dalam berbagai kegiatan lain, seperti pengumpulan dana, kampanye politik, dan banyak lagi lainnya.

Bila Anda seorang blogger, Anda akan melihat besarnya kemiripan antara metode canvassing dan metode blogwalking. Tidak akan heran kalau sebenarnya istilah blogwalking merupakan penerapan metode canvassing di dunia para blogger.

Coba lihat saja.

Dalam melakukan blogwalking, seorang blogger akan datang ke “rumah” blogger lain , yaitu blognya. Ia akan “mengetuk rumah” tersebut, berusaha menarik perhatian si empunya rumah, dan pada akhirnya melakukan penjualan (saat si empunya rumah mau berkunjung balik ke blognya).

Hampir sama persis kan? Bedanya, yang satu di dunia nyata, satu di dunia maya.

Sulit dibantah bahwa metode blogwalking berlandaskan pada penerapan konsep canvassing.

Canvassing Sistematik, Blogwalking Seharusnya Juga

Pernah didatangi oleh seorang salesman yang sama ? Mungkin pernah, tetapi jarang sekali. Kalaupun pernah, pasti jarak waktu kedatangannya pasti lama sekali.

Yang seperti ini normal dan memang harus demikian dalam metode canvassing.

Tidak ada guna datang ke sebuah rumah yang sama, calon pembeli yang sama, untuk barang yang sama. Kemungkinan melakukan penjualan akan sangat kecil. 

Lagipula, biasanya jika di sebuah rumah, penjualan sudah terjadi, maka datanya akan dikirim ke pusat, ke bagian lain. Rumah itu tidak lagi didata sebagai “calon” pembeli, tetapi sudah menjadi “pelanggan”, yang harus ditangani bagian lain untuk di-maintain/dijaga. Biasanya oleh bagian marketing.

Para pelaku canvassing akan selalu mencari area baru, rumah baru, dan calon pembeli baru.

Mereka akan terus bergerak memperluas wilayah jelajahnya.

Prinsip dasar sistemnya adalah

  1. Semakin luas jangkauan semakin bagus
  2. Semakin banyak orang yang ditemui semakin bagus
  3. Semakin banyak terjadi kontak langsung, semakin besar kemungkinan penjualan terjadi

Oleh karena itu, sebelum melakukan penyisiran seperti ini, para pelaku akan menganalisa data dan melakukan pemetaan terhadap wilayah potensial.

Baru setelah itu mereka mengubek-ubek wilayah tersebut.

Metode Canvassing dilakukan secara sistematik, tidak acak seenak udelnya. Semua untuk memastikan penjualan terus terjadi dan pasar pembeli terus meluas.

Dan, sistemnya berlandaskan pola ekstensifikasi yang AGRESIF. 

Canvassing menargetkan JUMLAH, bukan KUALITAS.

Sekarang, coba jawab pertanyaan ini, (tentunya, jika Anda seorang blogger), 

  • Pedulikah Anda terhadap siapa yang meninggalkan jejak di kolom komentar blog Anda? 
  • Apakah mereka memiliki blog sejenis atau bertema sama? 
  • Apakah mereka datang karena minat dan bukan karena berbasa basi dan sekedar melakukan kunjungan balik?

Jawabnya, kemungkinan besar tidak. Anda hanya melihatnya sebagai tulisan “terjual” dan banyak dikomentari.

Anda disana mementingkan jumlah komentar, semakin banyak semakin menyenangkan.

Iya kan?

Blogger punya dasar sebagai seorang canvasser yang baik.

Pertanyaannya, sudahkah hal itu dilakukan secara sistematik, berdasarkan sistem?

Lihat ke kolom komentar Anda.

Kolom Komentar : Itu Itu Saja

Apa yang Anda lihat?

Bila tidak tahu apa yang dicari, coba lihat “nama-nama” yang memberikan komentar terhadap berbagai tulisan Anda.

Hasil pengamatan terhadap blog para pelaku blogwalker yang aktif (termasuk blog saya sendiri), saya menyimpulkan dalam beberapa kata saja, “Itu itu saja

Komentarnya mungkin banyak.

Cuma, nama-nama pemberi komentarnya, biasanya itu-itu saja.

Mereka berkomentar di banyak tulisan, datang setiap kali ada tulisan baru terbit dan meninggalkan jejak. Terus begitu.

Jarang ditemukan nama-nama pemberi komentar baru.

Semua itu-itu saja.

Bukan sebuah hal yang buruk sebenarnya. Hal ini menandakan kalau tulisan Anda tetap ada peminatnya. Ada yang merasa senang dan bersedia menjadi “pelanggan” tetap.

Bagus, tapi bukan dari segi canvassing atau blogwalking

Dari segi yang satu ini, hal itu pertanda bahwa target utama canvassing di dunia blog tidak berjalan dengan baik. Ada sesuatu yang salah dalam penerapannya.

Kemungkinan sistem blogwalking Anda yang tidak berjalan dengan baik. Sangat mungkin Anda lupa blogwalking seharusnya sama dengan canvassing, punya sistem. Tidak seharusnya ngacak dan seenak udelnya, kalau mau membawa “hasil”.

Hasil yang diharapkan juga sesuai dengan kodratnya, “JUMLAH/KUANTITAS karena tujuannya adalah memperlebar sayap.

Kesalahan yang umum yang menjadi penyebab adalah seorang blogwalker sudah merasa nyaman mengunjungi blog-blog tertentu. Bisa jadi karena isinya menarik. Bisa jadi karena bloggernya ramah. Bisa jadi karena alasan lain.

Zona nyaman terbentuk.

Padahal, seorang canvasser dalam kesehariannya, hampir bisa dikata dilarang merasa nyaman di satu tempat. Betapapun ramahnya seorang pembeli, seorang canvasser setelah ada keputusan terjadi transaksi atau tidak, harus bergerak lagi ke sasaran berikutnya.

Hal ini bisa dimaklum karena seorang blogger bukanlah murni seorang canvasser, ia juga bagian marketing, yang harus me-maintain pelanggan. Sisi marketing inilah yang menghambat blogwalking.

Blogger lebih pilih berlama-lama menghabiskan waktu di satu dua blog dan menjadi malas menjelajah internet mencari blog-blog lain.

Blogwalking pada akhirnya hanya berjalan pada lingkaran kecil blog yang sudah sangat dikenalnya. Sering tidak bertambah, kalaupun ada hanya segelintir saja.

Tidak bisa disebut jelek karena pageviews biasanya tetap bertambah, tetapi inilah yang dimaksud dengan perkembangan semu dalam tulisan sebelumnya. Terlihat tinggi padahal kuntet, terlihat gemuk padahal kurus.

Tidak berkembang.

Semua itu karena blogwalking yang dilakukan tidak lagi sistematik. Tidak juga sesuai dengan prinsip dasar dari metode canvassing yang menekankan pada perburuan jumlah. 

Pembaca tidak bertambah banyak dan jumlahnya, sebenarnya, stagnan.

Iya nggak?

Kunci Promosi Blog Dengan Blogwalking : AGRESIF

Jadi, bagaimana blogwalking seharusnya dilakukan?

AGRESIF.

Itu kata kuncinya.

Tiru produsen consumer product, seperti biskuit, susu, yoghurt, yang tidak segan menurunkan tim penuh untuk mengetuk pintu demi pintu.

Datangi sebanyak mungkin “rumah” blogger di dunia maya.

Ketuk “rumah” mereka.

Tawarkan “sesuatu”.

Apalagi dunia blogging memiliki sebuah tradisi unik, seorang blogger punya sedikit beban moral untuk melakukan kunjungan balik. Dengan kata lain peluang “menjual” blog Anda semakin besar saja.

Ada sedikit data, masih belum bisa mewakili kebenaran teori ini, tetapi mengindikasikan bahwa kalau blogwalking dilakukan secara sistematik dan agresif, peluang mendapatkan trafik akan meningkat.

Lihat grafik kecil dari Maniak Menulis di bawah ini.

Kunci Promosi Blog Dengan Blogwalking : AGRESIF

Tanggal 22 adalah saat saya mulai menerapkan metode canvassing.

Setiap hari, saya “harus” menambah jumlah blog “BARU” yang didatangi. Bukan berarti saya berhenti mendatangi blog langganan, tetapi saya menerapkan peraturan sendiri, yaitu dalam sehari saya harus mendatangi blog yang belum pernah saya datangi.

Tidak boleh hanya blog yang sudah pernah. Selalu harus ada yang baru.

Perkembangannya terlihat dalam grafik dimana statistiknya naik. Penurunan hanya terjadi pada akhir pekan (27 Juni/Hari Sabtu) dimana saya memutuskan untuk “istirahat” dan mengerem blogwalking.

Disana terlihat bahwa metode canvassing bisa mendatangkan hasil berupa trafik dalam waktu yang sebentar. 

Semua bisa terjadi karena adanya tradisi melakukan kunjungan balik. Tidak heran setelah pada tanggal 22 Juni blogwalking dilakukan, sehari setelahnya akan ada blogger yang melakukan kunjungan balik dan meningkatkan jumlah pembaca.

Tentunya dengan catatan, saya juga mengunjungi blog-blog langganan (sisi marketing) selain menemukan dan berjalan-jalan ke blog kenalan baru.

Bagus? Pertanda yang sangat bagus bahwa teori canvasser agresif akan membuahkan hasil. Apalagi jika tingkat agresif-nya dinaikkan.

Saya belum sampai ke titik itu.

Tips Blogwalking ala Canvasser : Apa yang saya lakukan?

Tidak banyak.

Semua sebenarnya hanya mengikuti berbagai teori standar dengan sedikit modifikasi saja dari apa yang saya biasa lakukan saat blogwalking.

Begini cara saya.

1. Buat daftar blog

Hal pertama yang saya lakukan adalah membuat daftar blog yang biasa didatangi, langganan saya.

Supaya bisa melakukan kunjungan dengan mudah?

BUKAN.

Saya butuh patokan.

Ingat! Canvassing mementingkan jumlah. Targetnya, daftar ini harus terus bertambah, setiap harinya, tidak boleh itu-itu saja. Setiap hari harus ada penambahan nama blog dan url baru dalam daftar tersebut.

Tidak boleh tidak.

Lagipula, daftar itu akan memudahkan saat menjalankan peran menjaga pelanggan dan melakukan kunjungan rutin. Bagaimanapun, tidak ada gunanya juga menambah pelanggan baru, pelanggan lama merasa terlupakan.

Itulah mengapa daftar blogwalking ini dibuat.

2. Sisihkan waktu

Blogwalking itu makan waktu. Mencari blog baru yang dikunjungi, membaca artikel, meninggalkan komentar, pasti membutuhkan waktu tidak sedikit.

Saya meluangkan waktu paling tidak 1 jam setiap harinya untuk mencari dan kemudian meninggalkan jejak.

Setiap hari.

Pembagiannya tidak melulu terus menerus, tetapi bisa diatur sesuai dengan waktu yang tersedia.

Bila Anda punya waktu lebih banyak, perbanyak jumlah blog baru yang Anda bisa kunjungi. Prinsipnya semakin banyak semakin baik.

Saya melakukannya 30 menit sebelum mulai bekerja, setelah makan siang, dan sebelum menulis di malam hari. Tidak persis dengan jatah waktu seperti itu, tetapi waktu itulah yang disisihkan setiap harinya.

Masih ada waktu yang bisa digunakan, di atas kereta. Sayangnya, masa pandemi seperti sekarang, kekhawatiran bahwa ponsel menjadi pembawa si Corona membuat ponsel tetap tersimpan di dalam tas selama itu. Mungkin setelah wabah ini usai, waktu tambahan akan tersedia.

3. Jelajahi internet, Jangan malas!

Internet adalah gudang ilmu (dan blog). Tidak ada alasan tidak ada blog baru yang bisa didatangi.

Indonesia sendiri punya 3-5 juta blogger. Jumlah blognya pasti lebih banyak lagi.

Kalaupun Anda bisa menambahkan 1000 blog baru per hari dalam daftar untuk dikunjungi, akan butuh waktu 10 tahun untuk bisa menyelesaikan jumlah itu.

Kecuali, Anda MALAS.

Kalau begitu sih, saya nyerah. Lebih baik mengajarkan sesuatu pada orang bodoh tapi rajin, daripada ke orang malas.

Daftar blog Anda tidak akan bertambah panjang tanpa mau menjelajah internet.

Bingung cara menjelajahi dunia blog? Ini ada satu tips kecil.

  • Buka blog langganan Anda (atau dari blog sendiri juga bisa) dari daftar yang sudah ada
  • Pilih tulisan yang memiliki komentar paling banyak
  • Lihat siapa yang berkomentar, pilih nama yang belum pernah Anda dengar
  • Klik nama tersebut
  • Cari tulisan yang paling banyak dikomentari, pilih nama yang belum pernah didengar
  • dan begitu seterusnya

Anda akan menemukan banyak sekali blog untuk didaftarkan.

Bisa juga masukkan kata kunci asal dalam mesin pencari apapun. Pilih satu blog, temukan artikel dengan komentar yang banyak, pilih nama asing, dan seterusnya sama.

Setelah meninggalkan komentar, jangan lupa tambahkan nama blog tadi dalam daftar.

4. Baca !

Tentu sulit berkomentar dengan baik kalau tidak memahami apa yang disampaikan seorang blogger lewat artikelnya.

Caranya, sekarang saya banyak baca menyeluruh, meski tidak jarang juga melakukan teknik scanning dan skimming kalau topiknya kurang menarik.

Yang penting, saya bisa memahami inti yang disampaikan.

Yang punya blog tidak akan tahu kita hanya membaca intinya saja atau bagian yang menarik. Yang ia tahu, kita berkomentar.

Meskipun demikian, saya sarankan, usahakan baca seluruh artikel. Menambah panjang daftar itu sudah bagus, tetapi mendapat tambahan pengetahuan itu lebih bagus lagi. 

Jadi kenapa tidak dua-duanya.

5. Backlink : Tidak penting

Sudah lama Google menurunkan derajat backlink atau tautan balik dari kolom komentar. Jadi, kenapa harus dipedulikan, abaikan saja. 

Tetap memaksa memasukkan backlink dalam kolom komentar, sekedar memenuhi SEO hanya akan merusak kesan si empunya blog kepada Anda.

Link hidup di kolom komentar => Anda Spammer => Spesies yang harus dibasmi.

Anda sedang menjual “diri sendiri” di rumah orang lain. Berlaku sopan setidaknya bisa mencegah yang punya rumah mencurigai Anda.

6. Komentar

Inti dari blogwalking adalah komentar. Jejak yang bisa ditelusuri empunya blognya untuk melakukan kunjungan balik.

Saya merubah pola blogwalking saya, yang sebelumnya mode “jelangkung (siluman)” menjadi blogger.

Pastikan meninggalkan komentar.

Dengan catatan tersendiri tentang komentar seperti apa yang ditinggalkan


Panjang :

Semakin panjang semakin baik. Hal itu akan memberikan kesan bahwa Anda memperhatikan dan peduli terhadap apa yang disampaikan yang punya “rumah” dalam artikelnya.

Oneliner atau komentator satu baris hanya menunjukkan ketidakpedulian Anda . Jangan salahkan kalau si yang punya blogger menganggap Anda spammer. Kata-kata seperti “pertamax”, “nice info/sharing”, “bagus gan”, cuma menunjukkan kebodohan saja. 

Siapa yang mau peduli pada orang bodoh?

Untung, sebelum ini pun, saya sudah terbiasa memberikan komentar panjang. Tidak jarang sampai hampir sama dengan artikelnya. Semua itu karena saya terbiasa memberikan komentar untuk menghargai, bukan sekedar komentar saja.

(Catatan : Maniak Menulis akan menghapus komentar yang hanya terdiri dari satu baris. Menyebalkan melihat orang tidak kreatif seperti ini)


Relevan :

Blog tentang resep, Anda meninggalkan jejak berupa cerita kesulitan membeli bawang di pasar.

Nyambung? Ya, kagak!

Pasti si yang punya blogger geleng-geleng kepala melihat komentar seperti ini.

Relevan atau tidaknya komentar, akan mempengaruhi penilaian si blogger terhadap diri Anda. Mereka akan menentukan, apakah nanti kunjungan balik hanya basa basi, atau mau jadi pelanggan blog.


Kreatif :

Tidak semua blog sesuai selera, banyak yang kadang kurang menarik minat. Cuma, kalau tidak ditinggali komentar, artinya sama saja dengan menyia-nyiakan kesempatan.

Mirip dengan SPG jomblo yang datang ke rumah seseorang, kemudian ketika yang keluar cowok jelek pilih langsung pergi. 

Jadilah kreatif. Baca tulisan menyeluruh, tangkap intinya, dan kembangkan pemikiran untuk memberi komentar yang “panjang” dan “relevan”.

Kondisi seperti ini pasti akan hadir karena promosi blog dengan blogwalking menargetkan jumlah kunjungan. Bukan yang sesuai dengan minat saja. 

Tidak penting apakah blognya satu topik atau tidak dengan yang kita miliki.


Berkomentar seakan membuat artikel sendiri

Do it with passion.

Anggap saja saat berkomentar, Anda sedang membuat tulisan di blog sendiri. Sebaik-baiknya, sebagus-bagusnya, semenarik mungking.

Ingat! Anda sedang mencoba memasarkan diri. Jadi, buatlah yang punya blog tertarik dan mau dengan sukarela berkunjung balik.


Jangan minta kunjungan balik (kunbal)

Emang siapa luh nyuruh gue berkunjung balik“.

Maaf, semakin diminta seperti ini, semakin malas saya melakukan kunjungan balik. Maaf, juga saya malas bergaul dengan orang tidak tahu etika.

Datang ke blog orang lain tanpa diundang, tapi meminta supaya mau datang ke rumahnya.

Tamu yang kurang ajar.

Maaf, you are not my friend.

Bukan hanya saya saja yang berpandangan seperti ini, banyak yang lain juga. Tingkatannya hanya sedikit lebih baik dari spammer dan oneliner, tapi tidak tahu cara bergaul dan sopan santun yang baik.

Malas.


Kontroversial :

Buat diri berbeda.

Jangan selalu setuju dengan apa yang dikatakan penulisnya karena membuat Anda sama dengan komentator yang lain. Kurang menarik.

Jangan ragu untuk menentang tulisannya dan bertindak kontroversial. Kebebasan berpendapat dijamin di negeri ini.

Resikonya, si yang punya blogger sebal dan tidak mau melakukan kunjungan balik, tetapi mungkin ada pengunjung yang datang kesana bisa tertarik kepada pandangan Anda.

Artikel terbaru atau artikel lama

Komentar pada artikel terbaru bisa membuat komentar Anda dibaca pemirsa lain juga. Yang punya blog juga masih rajin membalas karena tulisan itu masih disukainya.

Komentar pada tulisan tua, yang punya blog sering memilih tidak membalas karena sudah kehilangan minat. Kemungkinan dibaca orang lain juga kecil. Tapi, akan memberi kesan baik pada yang punya blog bahwa Anda tertarik pada blog mereka, sesuatu yang mungkin menghadirkan rasa senang pada si blogger.

Silakan pilih yang manapun.

Saya pilih keduanya saya jalankan, toh menarik juga mengetahui pandangan orang di masa lalu.


Jangan hanya satu komentar

Mana yang lebih mungkin mendapatkan kunjungan balik dan trafik ke blog, komentar panjang di satu artikel terbaru, atau komentar pendek di beberapa artikel.

Menurut saya, yang terbaik adalah komentar panjang di beberapa artikel.

Kebanyakan pengunjung balik ke blog saya, pada akhirnya meninggalkan beberapa komentar di beberapa postingan.

Pageviews juga bertambah, pengunjung baru bertambah.

7. Blog Mati : Lewati Saja

Banyak blog seperti zombie bergentayangan tanpa jiwa di dunia maya. Bloggernya mungkin sudah merasa capek menulis, atau bisa juga karena sudah kehilangan passionnya.

Blog tidak pernah diupdate.

Rumah kosong saja.

Lewati blog seperti ini, meski tidak ada salahnya dicatat untuk bahan bacaan. Hanya saja, blog zombie seperti ini tidak ada gunanya untuk tujuan blogwalking. Tidak akan ada orang yang bisa dipikat untuk datang ke blog kita.

Seorang canvasser pemula pun pasti mengerti tentang hal yang satu ini. Anda pun harus demikian.

8. Nama

Tahu sesuatu yang bodoh dalam lingkup canvassing?

Sudah membuat komentar panjang, kemudian memilih nama “Anonymous”.

Nggak beda seperti seorang salesman yang sudah berbusa-busa menjelaskan sebuah produk, kemudian lupa menyebutkan nama produknya. Kemudian, lupa memberikan kartu nama.

Tahu sesuatu yang kurang sopan, memasang nama domain, seperti “adaadaaja.com” di kolom yang disediakan yang punya rumah. Yang meninggalkan nama merasa pinter, tapi sangat mungkin ia memandang “ni orang ga sopan banget promosi di blog orang lain”.

Saya sendiri tidak segan membantai komentator seperti ini. Untuk apa?

Pilih yang normal-normal saja sebagai pertanda itikad baik, seperti

  • Nama biasa , kalau pakai WordPress dan tidak terhubung dengan profile blogspot, masukan saja nama asli dan kalau tersedia kolom url website kita
  • Nama akun blogspot, pasti terhubung dengan halaman profile blogger berisi nama-nama blog kita. Pastikan saja, url blog kita ada di halaman ini
  • Pakai akun Disqus, ya tidak masalah karena pada akun ada link blog kita

Tidak perlu memaksa agar orang lain tertarik. Tujuan utama promosi blog dengan blogwalking adalah menarik yang punya blog berkunjung balik dengan sukarela. Tidak perlu terlalu serakah berusaha menarik pengunjung lain dengan cara-cara yang kurang etis dan kurang sopan.

***

Ada yang baru dari tulisan di atas?

Tidak juga. Mayoritas isinya juga sama dengan banyak tulisan lain tentang promosi blog dengan blogwalking. Bukan sebuah hal yang baru.

Bedanya hanya, saya menyarankan untuk bertindak AGRESIF seperti bullish, atau seperti banteng saat melakukannya.

Tidak bisa tidak karena fungsinya “memancing” satu persatu trafik, bukan menjala. Jadi, perjuangannya pun akan ekstra keras karena “ikan”nya harus ditangkap satu persatu.

Coba saja sendiri langkah-langkah seperti di atas. Saya cukup yakin, kalau trafik blog akan menanjak. Semakin banyak blog baru yang didatangi, semakin menanjak pula kenaikan grafiknya.

Selamat mencoba.

(NB: Saya punya pertanyaan, setelah membaca semua ini, apakah saya sudah cukup baik untuk menjadi seorang internet marketer?

Yuk Berbagi....

45 thoughts on “Satu Kata Kunci Promosi Blog Dengan Blogwalking : AGRESIF !”

  1. Tulisan yang provokatif. Saya terprovokasi untuk melakukan blogwalking yang lebih jelas. Memang benar juga sih, blogwalking itu baik, tapi jangan sembarangan walking juga, kecuali memang jalan-jalannya sekadar bertujuan mencari angin saja.
    Terima kasih untuk tips dan sarannya. Saya coba terapkan.

    Reply
    • Wah si Mas datang kesini.. hahaha.. maaf jadi provokator.

      Cuma memberikan info saja sebenarnya blogwalking bisa sangat bermanfaat untuk menarik trafik, asal dilakukan sesuai kodratnya

      Reply
  2. Sukaaaaa banget, blogwalking memang cara instan buat cepat memperkenalkan blog, sayangnya beberapa blogger hanya fokus ke blogwalking ke A, A kudu dan wajib blog walking ke saya, kalau enggak, saya nggak bakal balik ke sana.

    Kalau saya, jujur yang pertama saya sisihkan waktu ya balas kunjungan ke teman yang meninggalkan komentar di blog saya.
    Pamrih?
    bukan juga sih, karena saya nggak punya list blogroll sendiri hahaha.

    Jadi, saya mengutamakan orang-orang yang ninggalin jejak dulu, jadi cara kerjanya, saya balas komennya, lalu saya datangi ke blognya, jadi yang saya belum balas komennya itu keliatan kalau saya belum ke blognya.

    Selain itu, seminggu sekali saya meluangkan waktu blog walking lebih luas, bukan hanya ke blog para blogger tenar, tapi juga ke website-website terkenal, kalau ada yang menarik saya meninggalkan jejak panjang di sana, pakai nama asli meski nggak pakai ninggalin jejak blog, orang bisa cari saya pakai nama saya (kalau pembaca lainnya kepo sama saya hhahaha)

    Kalau masalah waktu, memang masalah banget, khususnya buat saya yang idealis kudu terbitkan 1 postingan tiap hari di blog.
    Tapi memang saya usahain banget.

    Saya anggap kayak jobdesc aja sih, jadi mau nggak mau, bisa nggak bisa ya kudu dibisakan hahaha.

    Dan yang paling penting memang kudu agresif, terserah si empunya hanya ninggalin komen tfs di blog saya, kalau tulisan dia menarik, saya bakal ninggalin komen panjang di blog nya 😀

    Banyak yang nggak nyadar, kalau itu sebenarnya numpang branding di blog orang hahahaha

    Reply
    • Sebenarnya blogwalking ke blog yang sudah meninggalkan komentar fine fine saja. Jusru bagus sebenarnya. Cuma setelah itu harus nyari tambahan blog baru. Biar pangsa pasarnya meningkat.

      Kalo cuma bolak balik itu dong mah, ya ga berkembang.

      Iya Rey, komentar itu sebenarnya bentuk sebuah promosi yang bagus, cuma banyak yang menyia-nyiakan kesempatan promosinya. Saya juga begitu sih… hahahaha dulu, sekarang mah justru kelayapan nyari tempat buat "promosi" itu tadi.

      Hasilnya lumayan bagus kok..

      Reply
  3. Wiidiihh!!, Ajib nih postingan…Muke gile luh kong, Udeh kaya orang bener aje……Iyaaalah! Orang masa setan, Yee nggak Kong.?? 🤣 🤣

    Yaa bicara soal Blogwalking yang Agresif memang seharusnya untuk para blogger sudah menguasainya yaa, Meski terkadang fakta dilapangannya tidak demikian. Dalam artian blogwalking agresif sebenarnya ada aturan serta tata caranya. Mau blogger baru atau tua bangke sekalipun. Dan kalau menurut saya untuk menjadi seperti hal itu hanya beberapa persen saja.😊😊 Terlebih era sekarang mencari blogger berkualitas dalam hal blogwalking paling bisa dihitung sama jari Kong.

    Memang selalu ada alasan tersendiri bagi para blogger yang arogan,Pemalas, Atau spamer dan sejenisnya. Jadi hal seperti itu terkadang menjadi tumpang tindih antara blogger yang serius dan pemula. Hingga semuanya menjadi hal biasa dikalangan para blogger. Meski saya pribadi kurang setuju dengan yang seperti itu.

    Dan sebelum saya berbicara lebih jauh dalam hal ini saya juga bukan seorang blogger yang hebat atau ahli dan berpengalaman dalam dunia blogging.😊 Karena saya pribadi hanya orang biasa yang hobi membaca dari blog terkenal hingga blog biasa yang selalu jadi target saya, Jika memang saya tertarik buruknya sebuah blog akan tetap saya baca. ( Ambil yang postifnya )

    Dan masalah blogger jalangkung atau siluman, Yaa saya juga seperti itu Kong, Dari dulu sampai sekarang. Cuma bedanya awal mengenal blogging tahun 2001 saya sudah ingin punya blog dan ingin merasakan yang namanya blogwalking. Tetapi karena tidak memungkinkan pada kala itu akhirnya saya punya blog tahun 2010 itupun bareng sama istri ngeblognya. Dan lebih suka menjadi blogger silent. Bahkan era tahun 2011 saya aktif juga dengan yang namanya blogponsel. ( Ngeblog dengan HP Java, & Symbian ) Meski persaudaraan erat diblogponsel tetapi bloger2 jiwa spamer juga banyak disana….Oiya ngalamin juga nggak kong blogponsel, Kalau ngalamin syukur deh……Tapi kalau nggak ente kurang gaul berarti Kong.🤣 🤣 🤣

    Kolom komentarnye cetek kong nggak bisa ngetik banyak..🤣🤣

    Reply
  4. Yang Ke 2
    Jadikan artikel blog kita seolah sebuah produk yang harus kita pasarkan, Dan kita sendiri sebagai seorang Marketingnya ataupun Sales Canvassingnya.. Saya juga sangat setuju nih kong, Karena dengan begitu blog kita juga ada Perfoma peningkatan,, Dan tentunya sang empunya juga bakal punya banyak wawasan. Meski terkadang dalam hal Blogwalking selalu saja ada hal aneh yang selalu bikin kita kesal serta juga geleng2 kepala.😊😊 Tetapi apapun itu jika kita Blogwalking punya adab serta etika yang baik semuanya bisa terwujud nyata dan bukan omong kosong juga. Karena kesopanan serta etika baik akan mendapat balasan baik pula meski terkadang semua itu tidak bisa langsung terwujud nyata.😊😊

    Meski terkadang ada juga urusan blogwalking bikin kita emosi, Seperti yang telah Engkong jelaskan secara lengkap dan terperinci. Karena saya pribadi juga sudah kenyang nih kong dalam hal blogwalking yang bikin rada2 gimana gitu…😊 Tapi saya juga tidak mau larut dalam hal yang sedemikian. Masih banyak hal yang lebih berguna untuk diurus.

    Nah sampai disini saya juga terimah kasih ini sama apa yang telah Engkong tulis, Meski diblog lain juga banyak tulisan seperti yang Engkong tulis, Tetapi Engkong dua langkah lebih lengkap dan terperinci. Ok deh kong thanks banget nih bacaan menariknya kali ini. 😊 Semoga artikel berikutnya saya juga bisa baca dan coment kembali kalau ada waktu….Kalau nggak ada yaa bisa baca aja sudah syukur kong.😊😊🙏🙏

    Ok Kong…Biasa aje keeleess!, Nggak usah manyun begitu jelek tahu.🤣 🤣

    Oiyaa lupa masalah Engkong cukup baik apa nggak didunia Internet Marketer. Yaa akan lebih bagus tanya diri sendiri kong….Kenapa,, Kalau tanya kesaya pasti akan saya jawab Luar biasa baik.🤣 🤣 Benar apa nggaknya terkadang orang sekarang nggak mau pusing.🤣 🤣 Coba kalau kita tanya diri kita sendiri mampu atau tidaknya kita sudah punya gambarannya.😊

    Sama seperti halnya dulu sewaktu saya ingin berhenti bekerja dan memilih usaha, Saya mencoba bertanya kepada keluarga dirumah lebih utama orang tua. Apa kata mereka.

    "Luh mau berhenti kerja, Mau kaga makan anak bini luh"….

    Karena saya konsisten dan kesemuanya saya sudah perhitungkan alhamdullilah semuanya berjalan baik dan memuaskan. Tapi itu pendapat saya….Mungkin kalau orang lain beda kali kong.😊😊 🙏🙏

    Reply
    • Tong Satria… Pekabar dulu. Bentar engkong baca dulu semua komentarnya, pasti ada ilmu tersembunyi disana yah. Biar tua-tua gini, engkong masih suka belajar neh..

      1. Kagak.. engkong lum pernah ngeblogponsel, waktu itu kayaknya engkong masih betah maen di berbagai forum dunia maya, belon kepikiran ngeblog

      2. Kedua, gue beneran orang bukan siluman tong.. wkwkwkwkw

      3. Makanya tulisan ini ane buat tong, sisi pandang orang tua soal blogwalking, banyak yang sepertinya kagak tahu blogwalking sebagai promosi tuh harus ngapain ajeh.

      Sape tau ajah ada yang bisa memakainya untuk kemajuan blognya. Gue pan jadi bermangpaat tong. Biar kagak ikut tenar juga setidaknya gue sudah buat orang bergerak maju dan kagak jalan di tempat doang.

      4. Maen di dunia maya, bukan cuma blogwalking emang kagak boleh baper tong. Kalau kebiasaan baper mah bisa makan hati dan malah merusak diri sendiri. Makanya gue mah saat blogwalking sebenarnya dengan kepala dingin kok, ngapain harus baperan

      5. Makasih tong kalau dianggap tulisan ini ada mangpaatnya, engkong pan jadi seneng dan adem rasanya..#idungbengkakdikit

      6. Entong itu orang pinter, cuma kadang suka nyembunyiin doang, orang rendah diri bukan rendah badan.. hahahahah

      7. Justru gue nanya sama orang apa gue udah keliatan kayak internet marketer, karena sebenanrya pan gue cuma blogger doang… hahahaha.. gue belon kepikiran jadi internet marketer dah, versi KW boleh saja…

      8. Kadang pan engkong darah tingginya naek tong, jadi agak sewot bin manyun dikit boleh dah…

      Gitu ya Tong Satria… Have a nice day

      Reply
  5. Saat membaca artikel ini, beberapa pikiran muncul dalam benak saya.

    Blogwalker, saya malah ingat Alan Walker.
    Canvassing, langsung kebayang canvas lukisan.

    Meski ada anjuran kalo ngga minat ngga perlu dibaca, tentulah saya tetap membaca artikel ini.

    Pak Anton itu kalo lagi santai kayanya bebas banget. Tapi kalo udah serius ngeblog serasa kerja di kantor.

    Blogwalking yang kesan awalnya cuma jalan-jalan santai bisa berubah jadi bentuk pemasaran yang agresif.

    Semakin dibaca, kok artikelnya kaya ngga selesai2 ya. Hmm,,, pembahasannya panjang banget. Tapi tetap saya baca sampai habis.

    Meskipun sudah selesai membacanya, bagi saya, akhirnya cukup sekedar tahu saja. Mungkin karena saya termasuk kategori orang yang disebutkan dalam artikel. Malas.

    Reply
    • Hahahahaha…

      Memang saya jadi Hyde and Jekyll Nisa, kalau lagi santai.. ya santai. Kebetulan saya sudah punya blog lain yang bertema santai dan personal, jadi sisi yang disini bisa kayak kerja.

      Kalau yang sekarang sedang coba gaya penulisan internet marketer Nisa, makanya dibuat seperti ini.

      Memang bener juga Nisa, tulisan ini buat orang rajin saja.. wkwkwkwkw

      Reply
  6. Penjelasannya lengkap sekali, berarti saya sudah salah dalam menerapkan metode canvassing selama ini, karena hanya mengunjungi blog-blog yang menarik saja.

    Reply
    • Sebenernya mah nggak ada salah atau bener sih. Masing-masing ada konsekuensi saja.

      Mengunjungi blog yang menarik saja memang menyenangkan, cuma kalau terus cuma itu itu saja, yah nggak nambah-nambah pembaca kita.

      Reply
  7. Bener banget, saya pernah coba blogwalking secara agresif. Eh pageview blog nambah sampai 2 kali lipat.
    Warbyasah… Akhirnya saya keterusan deh. Tapi giliran capek atau sibuk dan nggak bisa blogwalking secara agresif maka pageviewnya juga menurun perlahan.
    Saya lebih pilih baca artikel yang saya suka sih, jadi kalau artikel yang baru bukan topik yang mudah saya pahami biasanya saya bakal cari artikel lama. Biar klop sama pikiran saya. Daripada nantinya bingung mau komen apa.

    Reply
    • Yup, memang kendalanya salah satunya disitu itu. Kadang kita bertemu artikel yang kita nggak ngerti atau nggak minat. Jadi tantangan tersendiri tuh

      Yah, memang itulah kelemahan trafik dari blogwalking, ada timbal baliknya. Kalau kita rajin, hasil banyak, malas, ya turun lagi. Tapi setidaknya kan lumayan buat bikin blog kelihatan rame..

      Iya kan? Hahahaha

      Reply
  8. Saya sebenarnya sudah baca post ini dari awal terbit cuma baru bisa berkomentar sekarang 🙈

    Saat pertama kali baca, saya langsung merasa suka sama ilmu yang mas Anton bagikan. Gampang dipahami even oleh orang yang nggak paham seperti saya 😆 yang bloggingnya suka-suka dan hanya mau baca tulisan yang memang sesuai minat 🤭 terus saya jadi sadar kalau selama ini metode blogwalking saya belum diperlebar 😁

    Bisa dibilang, saya blogwalking hanya ke blog yang biasa saya kunjungi saja. Sometimes ada tambahan satu dua blog baru perharinya tapi itu sangattt jarang 😅 setelah baca tulisan mas Anton ini, saya jadi semangat tambah data bloggers baru agar bisa punya lebih banyak teman dan tentunya bacaan yang bermanfaat 😄

    Ditunggu tulisan keren lainnya, mas! 😆

    Reply
    • Hahahaha.. bukan ilmu, hanya pengalaman dan sedikit pengetahuan saja kok.

      Bagus banget tuh mengganti tujuannya dengan memperlebar pertemanan. Tidak selalu tujuan blogging adalah sekedar trafik pembaca dan uang saja. Semakin banyak teman, semakin bagus…

      Reply
  9. Wow ulasaanya bikin sy jadi terpana, dan berfikir, kalo selama ini usaha sy dlm blogwalking msh sangat rendah…

    Kadang sy udh berada pd zona nyaman alias balesin koment terbatas buat yg dateng ke blog saya aja. 😑, mang sih biasanya sy ga terlalu heboh ato kerajinan cari blogger baru, kebanyakan sy baca ato blogwalking ke blog yg temanya ringan alias ga ribet 😉 dan ga jauh" dr blog saya yg seadanya, bukan karena malez , hanya sj kl blog yg sy kunjungi ga sesuai ama minat sy.. Sy suka malez alias bingung mo ksh komen apa, dr pada sok ikut"an komen tpi ga ngerti..

    Intinya sih emng bw itu udah cara yg paling ampuh banget buat cr trafik.
    Waduuh sementara sy saat ini masih jauh dr itu… Warbiasah tulisannya 👍👍

    Reply
    • Mbak.. mbak.. jangan bengong gitu. Waduh… wkwkwkwkw

      Hush, jangan merasa bersalah begitu dong soal BW… Ini mah hanya pemikiran saja kok, bahwa idealnya kalau BW untuk ngejar trafik, ya harus agresif. Bukan berarti menyalahkan cara orang lain.

      Kalau memang kita enjoy dengan cara yang sekarang, ya kenapa tidak. Jalani saja.. yang penting kita senang.. Iya nggak

      Dan, memang benar BW itu nambah teman, buktinya mbak mampir kesini, itukan karena BW…

      Jangan bengong sambil mulut ternganga gitu.. ntar ada yg masuk ga kerasa..:-D

      Reply
  10. Pak, saya masih bw ke teman2 yang itu2 aja, hahaha. Haduh..

    Dulu daftar list blog saya banyak tapi akhirnya saya hapus2in karena mereka banyak yang nulis sponsor post dan event doang jadi agak males gitu, Pak.

    Kalau sekarang lebih ke soal mengatur waktu dengan baik sih supaya bisa bw ke blog baru.

    Saya bw karena untuk kunjungan balik, supaya kenal dengan teman yang udah komen di blog saya. Tapi kadang saya nggak pede kalau orang melakukan kunjungan balik ke blog saya karena tulisan saya biasa banget. Hehe.

    Terima kasih Pak Anton untuk pencerahannya.

    Reply
    • Hahahaha.. ya gapapa atuh. Berkunjung ke teman-teman yang sudah kenal itu menyenangkan. Saya juga masih tetap begitu….

      Jangan ga pede bu… Kita menulis untuk diri sendiri. Kita ga bersaing kok. Memang tulisan saya luar biasa gitu.. wkwkwkwkwkw… Saya sering main ke tempat Mbak Pipit, cuma kadang jadi jelangkung.. wkwkwkwkw…

      Reply
  11. Udah paaaaak, udah cocok bingit jadi internet Marketer

    ^____________^

    Kemudian abis itu duduk manis sambil nyimak bin manggut-manggut #soalnya aku orang bodoh tapi rajin, jadi kalau diajarin mah insyaalloh bisa hahhahahha

    Oke fokus mau komen :Xd

    Ilmu blogwalkingnya patut kucoba nih pak anton 🙂

    Soalnya sekarang-sekarang ini masih sekedar berkunjung balik ke yang biasa mampir, itupun ga tau yang mampir ini beneran pelanggan blog kita yang udah kadung suka tiap ada postingan baru atau cuma balas budi doang karena sama-sama ga enakannya, huhu…

    Padahal beberapa tahun yang lalu aku udah menerapkan metode ini loh, sekarang aja yang kepontal-pontal saking kudu baca niat tiap mampir ke blog yang aku samperin, karena kalau ga dan kelihatan skimming atau skanningnya doang kadang aku ya kesian juga ama penulisnya, ahhaha). Soalnya sebisa mungkin sekarang menerapkan beneran baca, jadi kudu meluangkan waktu agak panjangan dikit….biar ga dikira ngarep kunbal doang wkwkkw)….

    Tapi ntar aku cobain deh, mancing ikan satu-satu

    Pengennya sih dapat pasarnya yang tepat sasaran, komennya mutu, panjang pendeknya komen ga masalah asalkan ga asbun alias sesuai konteks, kalaupun ga ngerti isi artikelnya ya paling ga entertaining dikit lah alias ngakrab-ngakrab ria ama kita tuan rumahnya….haha hehe doang juga it's oke aku rak po po hahaaaa. Yang penting pas dibaca ga terkesan kaku atau terpaksa gituh.

    Aku sendiri paling antusias dapat pengunjung yang komennya itu penuh semangat. Ga tipe-tipe komentator yang ngikut komen atasnya. Ga kreatip. Paling ga kata-katanya ada beda dikit lah kalimatnya. Beda banyak malah bagus….hahhaha, dan jangan terlalu normatif juga. Kalau terlalu normatif alias cari aman pas kita lagi bahas opini tentang suatu hal rasanya kok bosen ya. Masa pendapatnya nyontek komen atasnya wkwkwk…Bener tuh kata pak anton sesekali antimenstrim bin kontroversial dibanding komentator lainnya biasanya malah menarik perhatian calon pasar lainnya hihihi

    Reply
    • Coba dong.. wakakak.. terus tuliskan pengalamannya… hahahaha..

      Kupikir, yang penting adalah bertindak out of the box kalau memang targetnya menambah trafik. Cuma, kalau memang sekedar cari teman dan iseng, enjoy saja dengan cara blogwalking sekarang.

      Saya sendiri baru mencoba menjadi blogger yang lebih agresif kok Nita. Dan, hasilnya memang lumayan terasa juga

      Reply
  12. Haha., dan saya adalah salah satu pemilik blog zombie yang sekarang sedang gentayangan.
    Dua minggu kemaren saya mulai nulis di blog lagi, gentayangan kesana-kemari nyampe di sini, kok ternyata dunia perngeblogan masih rame juga ternyata. Seneng saya.
    Meskipun blog saya, cuman abal-abal dan hanya saya update kalo sedang niat dan sedang mau saja, tapi kalo lihat tulisan kita gak ada yang baca kok ya rasanya gimana gitu pak., jadi ya inilah saya sampe di blog ini, mengamalkan ajaran blogwalking seperti difatwakan di atas
    🙂

    Reply
    • Santuy santuy.. pasti ada yang baca. Cuma biasanya pas mereka baca, kita lagi bobo, jadi nggak tahu.

      Tapi, saya percaya bahwa blog itu masih tetap ada pembacanya. Bahkan, hingga 10 tahun ke depan, biar diramal hadir kiamat blog, saya tetap yakin, masih banyak orang akan membaca nlog.

      Nah, terus amalkan saja itu fatwa blogwalking.. nanti juga nambah semangat

      Reply
  13. Panjang sekali tulisan ini. Menambah 1000 blog baru per hari dalam daftar untuk dikunjungi wadau ampun sayah. Tapi tips berburu target blog diatas dengan cara cari link di komentar blog orang itu bagus juga.

    Tidak ada ya tempat kumpul blogger kayak forum gitu?

    Bingung saya mau komentar apa lagi, begitu banyak masalahnya diatas sebenarnya bisa dibahas malah bingung.

    Reply
    • Hahahahah… idealnya memang 1000 blog perhari. Itu keren banget kalau bisa.

      Sayangnya forum sudah tidak laku di zaman sekarang. Kebanyakan sudah beralih ke FB.

      Kalau gitu tidak usah dibahas, dinikmati saja.. 😀

      Reply
    • Lho kan, langsung jadi salah menurut tulisan diatas.

      Sudah membuat komentar panjang, kemudian memilih nama "Anonymous".

      Saat blogwalking malah lupa kalau pake hp urusan kantor karena foto profil sama. Padahal di profil cuma foto doang. Hehe. Baru saja sadar dan langsung kesini. Malu saya kalau dikatain goblok pak. Karena baru baca langsung salah.

      Reply
    • Tahu tidak pak, saya ikuti saran Bapak diatas, dan semuanya pakai akun yang salah, apes bener. Lha yang lain tak perlu konfirmasi kan wajar saja, tapi disini saya malu karena ditulisan ada, meski bukan "Anonymous" kan sama saja. Makanya itu saya ditertawakan sama Njenengan.

      Reply
    • Hahahahaha… jadi ketawa baca komentarnya. Dont worry, saya juga pernah melakukan kesalahan itu.

      Maklum lah, kebanyakan email

      Reply
  14. Sebagai mantan marketing lapangan perusahaan ice cream, sudah lama juga gak dengar istilah canvassing. Hahaha. Apalagi dalam kaitannya dengan blog. Itu cerdas sekali pak Anton dan terima kasih untuk itu.

    Metode komentar secara agresif ini saya setuju banget. Bukan hanya karena saya masih melakukannya, tetapi juga memang bisa jadi solusi dapat pengunjung instan dengan hanya membaca dan berinteraksi. Salah satu blog WordPress anonim saya memang metode utama menjaring trafiknya ini. Sudah bisa dapat pengunjung dari hari pertama blog mempublikasikan konten yang bahkan artikelnya pun belum terindeks dan memang gak didaftarin di GSC.

    Apalagi kalau di WP ada fitur Reader. Bisa cari bacaan berdasarkan keyword dan list blognya pun akan ditampilkan mulai dari yang wp gratis sampai yang self-host. Membaca dan berkomentar jadi lebih efisien. Kuota internet juga lebih murah rasanya karena ada pilihan membaca tanpa harus mengunjungi blog secara langsung sebagaimana biasa kalau diakses menggunakan browser. Notifikasi ke blogger lain yang kita komentari tulisannya juga bisa lebih beragam. Selain notif komentar, bisa juga notif follow dan like. Kadang saya hari ini hanya komen, besoknya like, lusanya follow. Peluang notifikasi pun besar kemungkinan akan dilihat. Akhirnya berkunjunglah ke blog.

    Rata-rata cara amatiran saya yang seperti ini bisa gila-gilaan pageviewnya. Setidaknya jarang banget dapat pv lumayan dengan umur blog yang baru beberapa hari dan jumlah kontennya yang sedikit. Secara perlahan, indeks juga meningkat dan tidak perlu dipikirkan. Akhirnya "beban pikiran" mendapatkan trafik bisa ditekan, menulis dan membaca pun menjadi lebih menyenangkan.

    Reply
  15. Iyah, saya bisa terbayang banyaknya pengunjung blog si Mas karena butuh rajin dan konsisten menjalankan blogwalking. Sama dan nggak beda dengan teknik canvassing. Jadi saya percaya banget trafik yang naik meski bukan dari mesin pencari.

    Wahhh.. baru tahu kalau si mas bagian marketing es krim.. Bagi dong mas es krimnya?

    Reply
  16. aku setuju banget.BW memang bisa meningkatkan trafik dan BW sebaiknya jangan kesitu2 saja hehehe..perlu ketempat2 baru. Trus, BW buatku sih silaturahmi juga,biar kita tahu ya, blog org lain isinya apaan, sekalian nambah ilmu juga kan

    Reply
  17. Salam kenal ya, Kak. Tujuanku blogwalking ya tentu saja untuk promosi blogku. Namun ada tujuan lainnya yaitu menambah pageview blog dan aku bisa mendapatkan informasi baru dari artikel yang aku baca saat blogwalking. Kalau saat ini aku sedang melatih diri sendiri untuk rutin blogwalking biar dapat informasi terbaru gitu.

    Reply
    • Salam kenal juga Siti… Memang betul kok ada pengetahuan yang kita dapat dari melakukan blogwalking, selain kunjungan balik

      Reply
  18. soal canvasing nggak asing buat diriku yang dikantor juga bersinggungan dengan divisi marketing, bagaimana seorang sales melakukan kunjungan alias jemput bola dengan harapan akan ada hasil dari kunjungan ke rumah warga tadi
    dipikir pikir sama juga dengan teori mas anton diatas, blogwalking dengan harapan bisa menambah PV maupun temen baru. kalau aku dulu mikirnya cari temen di dunia maya sebanyak banyaknya lewat blog, saling tegur sapa melalui media blog.

    dulu waktu awal ngeblog, list kunjungan hanya beberapa saja dan aku sampai hapal mau berkunjung kemana, sekarang makin banyak blog baru dan kadang harus aku catat biar besok besok bisa berkunjung lagi

    Reply
    • Nah kan. Memang pada teorinya sama kok, kalau blogwalking dipandang sebagai sarana promosi. Memang harus berjuang keras..

      Mencatat itu bagus buat kita, bahkan kalau blogwalking dipandang untuk silaturahmi. Kita bisa menambah jumlah teman dan bukan cuma yang itu itu saja

      Reply
  19. Jadi ini metode canvassing yang disebut-sebut kak Eno di blogpostnya! Telat banget baru baca sekarang. Wkwkwk.

    Abis baca tulisan kak Anton ini, aku langsung termotivasi untuk melakukan metode canvassing ini lebih dalam. Selama ini, dalam 1 minggu, aku suka berkunjung ke blog-blog baru tapi itu hanya 1-5 blog aja per minggu dengan topik yang sesuai dengan minat bacaku, sisanya hanya BW ke blog yang udah ada di reading list-ku.

    Sempat pernah kepikiran, kok yang komentar ini-ini saja ya orangnya di blogku, bukannya ngerasa nggak bagus tapi aku juga pengin menambah teman dan pembaca yang lebih banyak lagi dan ngerasa kalau aku mainnya kurang jauh. Sepertinya benar, aku mainnya kurang jauh 😅

    Oke, habis baca ini, aku bertekad untuk lebih banyak BW ke blog baru dan belajar naruh komentar yang lebih panjang dan relevan pastinya huahahaha.

    Ngomong-ngomong, metode kak Anton dalam mencatat blog yang udah dikunjungi tuh kayak gimana? Dimasuki ke reading list kah?

    Terakhir. Boleh nggak kalau aku ucapin terima kasih banyak atas ilmu yang berharga ini, kak? 😭
    TERIMA KASIH BANYAK KAK BUAT ILMUNYA!

    Reply
    • Hahaha terima kasih kembali Lia..

      Hayo kita tambah teman sebanyak banyaknya yah..

      Kalau teknikku sih pake cara sederhana, pake Excel saja, setiap ada blog baru, saya tambahkan namanya ke dalam list yang ada.

      Nanti kalau mau jalan-jalan, baru saya buka dan pilih…maklum orang jadul Li

      Reply

Leave a Comment